IHSG Menguat 0,36% di Sesi I, Energi Sentra Penguatan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,36 persen pada jeda siang perdagangan Rabu, 16 September 2026, dan berada di level 6.484,09.
Pergerakan Indeks pada Sesi Pertama
IHSG dibuka pada posisi 6.453,91 pada awal perdagangan dan menunjukkan penguatan signifikan pada sesi pertama. Indeks sempat mencapai tertinggi di angka 6.549,60, sedangkan level terendah tercatat 6.535,46 sebelum jeda siang.
Kontribusi Sektor
Mayoritas sektor mencatatkan kenaikan yang menopang laju IHSG pada sesi ini. Sektor energi menjadi yang paling kuat, mencatatkan kenaikan hingga 5,49 persen. Sebaliknya, sektor properti menjadi pemberat utama dengan penurunan sekitar 3,13 persen.
Sentimen Global: The Fed dan Risiko Pasokan
Bursa regional Asia juga menguat selaras dengan pergerakan IHSG karena pelaku pasar menantikan keputusan kebijakan moneter dari The Fed Amerika Serikat. Secara luas, pasar memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Di sisi lain, ketegangan di kawasan Timur Tengah masih menjadi sumber kekhawatiran karena potensi gangguan pasokan energi global. Risiko pasokan ini turut mendukung reli harga sektor energi.
Kebijakan Fiskal Domestik Jadi Perhatian
Dari dalam negeri, perhatian pasar bergeser ke langkah-langkah fiskal yang akan ditempuh oleh Menteri Keuangan baru. Investor mencari sinyal kredibilitas dan komitmen terhadap disiplin anggaran, termasuk batas defisit sekitar 3 persen.
Pasar berharap pergantian akan membawa perubahan positif dalam menerapkan kebijakan disiplin fiskal dan kebijakan berkomunikasi. Sehingga penyampaian kebijakan dapat optimal agar memperkuat kepercayaan investor internasional dan lembaga pemeringkat kredit.
— Tim Pilarmas, riset 16 September 2026.
Teknikal, Rupiah, dan Imbal Hasil SBN
Selain kebijakan fiskal, pergerakan rupiah dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) juga menjadi perhatian investor. Secara teknikal, IHSG masih relatif bertahan pada sesi pertama, namun potensi koreksi atau aksi profit taking tetap perlu diwaspadai.
Proyeksi Pergerakan IHSG
Dengan mempertimbangkan sentimen global, risiko pasokan, dan faktor domestik, analis memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.450-6.700 pada pekan ini. Pelaku pasar disarankan memantau perkembangan keputusan The Fed dan sinyal kebijakan fiskal baru yang berpotensi mengubah sentimen pasar.
Secara ringkas, penguatan sesi I ini didorong oleh sektor energi dan ekspektasi kebijakan moneter global, sementara kebijakan fiskal domestik serta kondisi pasar keuangan akan menentukan arah lanjutan IHSG.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
DPR Minta OJK Perjelas Definisi Komoditas Strategis
Komisi XI DPR meminta OJK perjelas definisi komoditas strategis dalam RPOJK bursa untuk cegah underpricing d...
IHSG Diprakirakan Masih Lesu, Bakal Uji Level 6.350-6.400
IHSG diperkirakan masih lesu dan berpotensi menguji 6.350-6.400 pada 16 Sept 2026 karena net sell asing, min...
OJK Siap Resmikan Icomex pada 17 September 2026
OJK akan mengundangkan RPOJK dan meresmikan Icomex pada 17 September 2026; perdagangan ditargetkan berjalan...
Ketum APROPI Apresiasi Amran: Sorotan Ketahanan Pangan & Harga Gabah
Ketua APROPI Yanurius Nunuhitu memuji kinerja Menteri Amran, menyorot ketahanan pangan, harga gabah, Bulog,...
GMP Marunda Beroperasi: Shell Tambah Kapasitas Grease 12.000 ton
Pabrik GMP Marunda resmi beroperasi 15 Sept 2026, menambah kapasitas grease 12.000 ton/tahun untuk kurangi i...
Hilirisasi Nikel Ubah Wajah Ekonomi Morowali
Hilirisasi nikel menggeser ekonomi Morowali dari sektor primer ke industri; HPAL dan baterai dorong nilai ta...