Hilirisasi Nikel Ubah Wajah Ekonomi Morowali
Hilirisasi nikel mengubah struktur ekonomi Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Dalam satu dekade terakhir, masuknya investasi dan pengembangan industri pengolahan menggeser basis dari sektor primer ke industri manufaktur—menyumbang lebih dari 75 persen ekonomi daerah. Pernyataan ini disampaikan pada diskusi di Jakarta, Senin, 14 September 2026.
Perubahan Struktur Ekonomi di Morowali
Peralihan ekonomi Morowali dari dominasi pertambangan dan pertanian ke sektor industri semakin nyata. Data menunjukkan porsi industri kini mendominasi struktur ekonomi daerah.
"Kalau kita lihat Morowali, sekarang lebih dari 75 persen struktur ekonominya berasal dari industri. Padahal sebelumnya lebih dari separuhnya berasal dari sektor primer, seperti pertambangan dan pertanian," kata Mohammad Faisal, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE).
Pergeseran serupa terjadi di Morowali Utara, di mana porsi industri meningkat seiring berkembangnya investasi dan fasilitas pengolahan nikel.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Morowali meningkat 23,2 persen pada 2014-2024. Morowali Utara mencatat kenaikan 21,8 persen pada periode yang sama. Angka ini menunjukkan hilirisasi berjalan sejalan dengan peningkatan kapasitas ekonomi lokal.
Peralihan ke Industri Baterai
Perkembangan hilirisasi tidak lagi berhenti pada produk antara seperti nickel pig iron (NPI) atau ferronickel. Rantai nilai kini bergerak ke material untuk baterai, membuka nilai tambah lebih tinggi bagi industri dalam negeri.
"Tapi makin ke sini, sudah sampai baterai. Ini sesuatu yang perlu saya pikir perlu sangat diapresiasi," ujar Faisal.
PT Vale Perluas Hilirisasi dengan HPAL
Perpanjangan rantai hilirisasi juga didorong oleh proyek-proyek high pressure acid leach (HPAL) yang dikembangkan oleh PT Vale Indonesia Tbk. Program ini menargetkan pengolahan bijih limonit menjadi produk antara untuk industri baterai.
Beberapa proyek HPAL yang dikembangkan meliputi:
- Sorowako Limonite / HPAL di Sorowako
- HPAL Sambalagi di Morowali
- HPAL Pomalaa di Pomalaa
"Kita melihat bahwa ke depan HPAL ini masih berpotensi, terutama untuk mendukung industri baterai. Yang harus tetap dijaga itu adalah competitiveness, bagaimana menjaga bahwa HPAL ini itu akan tetap berkembang," ujar Mateus Sigit Harisulistya, Head of Strategy and Business Development PT Vale Indonesia Tbk.
HPAL mengolah bijih menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP). MHP dapat dilanjutkan menjadi precursor cathode active material (pCAM) dan cathode active material (CAM) sebelum masuk ke tahap pembuatan sel baterai.
Efek Berganda ke Komoditas Lain
Pertumbuhan industri baterai juga memicu permintaan bahan baku lain. Menurut Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC), rantai baterai dikembangkan dari material hingga cell dan battery pack, yang dapat dipakai untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi (BESS).
Aditya Farhan Arif menyebut komoditas selain nikel akan turut terangkat. Aluminium diperkirakan menyumbang sekitar 23 persen dan tembaga sekitar 18 persen dari kebutuhan material baterai.
"Jadi kalau kita punya industri baterai yang sovereign, yang maju, yang berdaulat, sebetulnya kita juga punya kesempatan untuk mendapatkan dampak ekonomi yang lebih besar lagi dari komoditas-komoditas lainnya, tidak hanya nikel," kata Aditya.
Kesimpulan
Transformasi Morowali menunjukkan hilirisasi nikel mampu menggeser basis ekonomi daerah dari produsen bahan mentah menjadi bagian dari rantai industri bernilai tambah. Tantangan selanjutnya adalah memperpanjang rantai nilai, menjaga daya saing proyek seperti HPAL, dan memastikan manfaat ekonomi tersebar lebih luas di dalam negeri.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...