Ekonomi

Fortuna Shoes Ekspor ke 4 Negara, Manfaatkan Tarif Preferensi

Bagikan:
Sepatu produksi Fortuna Shoes dipajang sebagai produk ekspor dari Bandung

CV Fortuna Shoes berhasil menembus pasar Jepang, Inggris, Korea Selatan, dan Jerman dengan produk alas kaki. Keberhasilan ini diumumkan saat kunjungan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri di Bandung, 14 September 2026. Perusahaan memanfaatkan fasilitas tarif preferensi untuk meningkatkan daya saing produk di pasar mitra.

Pasar dan capaian ekspor

Fortuna Shoes mengekspor produk yang masuk dalam kode Harmonized System 6403 dan 6406. Kapasitas produksi tercatat mencapai 50 ribu pasang sepatu per tahun. Jepang menjadi tujuan ekspor utama, diikuti Inggris, Korea Selatan, dan Jerman.

  • Jepang
  • Inggris
  • Korea Selatan
  • Jerman

Manfaat tarif preferensi dan kepatuhan asal

Perusahaan memanfaatkan beberapa fasilitas perdagangan bebas untuk menekan biaya dan memperkuat daya saing. Di antaranya adalah Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), ASEAN-Korea Free Trade Area, dan Generalised Scheme of Preferences Uni Eropa.

Fortuna Shoes tercatat dalam sistem elektronik Surat Keterangan Asal (e-SKA) sejak 9 Januari 2012, dan telah menerbitkan SKA sejak 2000. Dokumen asal ini memudahkan akses preferensi tarif saat memasuki pasar mitra.

Peran pemerintah dan pameran dagang

Wakil Menteri Perdagangan mendorong pelaku usaha memanfaatkan fasilitasi perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Fasilitas itu mencakup business matching dan business pitching yang menghubungkan produsen langsung dengan buyer potensial.

"Kementerian Perdagangan mengoptimalkan peran perwadag, baik Atase Perdagangan maupun Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Melalui fasilitasi berbagai business matching dan business pitching agar pelaku usaha lokal dapat terhubung langsung dengan buyer potensial."

Roro menyampaikan pernyataan tersebut di Bandung pada 14 September 2026. Fortuna Shoes juga akan bergabung dalam stan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, memanfaatkan peran perwakilan perdagangan untuk business matching di lokasi pameran.

TEI 2025 tercatat menarik 8.045 buyer internasional, yang menunjukkan peran strategis pameran ini dalam mendorong ekspor.

Profil perusahaan dan dampak lokal

CV Fortuna Shoes didirikan di Bandung pada 1969 dengan prinsip tradition, craftmanship, dan quality. Perusahaan memproduksi alas kaki dan komponennya untuk pasar lokal dan ekspor. Sekitar 60 persen tenaga kerja perusahaan adalah perempuan.

"Dengan Surat Keterangan Asal (SKA), jualan di manapun, pembeli akan mengetahui bahwa sepatu Fortuna berasal dari Bandung. Hal ini tentu membawa nilai tambah bagi Bandung."

— Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung.

Strategi pemasaran di Jepang

Untuk pasar Jepang, Fortuna Shoes memasarkan merek Jalan Sriwijaya melalui GMT Inc. Perusahaan mitra tersebut bertindak sebagai pemilik merek, importir, dan pengelola gerai Jalan Sriwijaya di Jepang. Saat ini merek tersebut mengoperasikan tujuh gerai dan menyasar konsumen menengah atas.

Roro sebelumnya mengunjungi gerai Jalan Sriwijaya di Nihonbashi, Tokyo, pada Juni 2025 dan bertemu pemilik GMT Inc. Kunjungan itu menegaskan koneksi dagang dan strategi pemasaran merek Indonesia di pasar luar negeri.

Ke depan, partisipasi pada TEI 2026 dan pemanfaatan fasilitas tarif preferensi diharapkan memperluas jaringan buyer dan meningkatkan volume ekspor Fortuna Shoes.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait