Impor BJLS dari Tiongkok 81%, KADI Selidiki Antidumping
Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) membuka penyelidikan antidumping terhadap impor BJLS (baja lapis seng atau galvanis) asal Tiongkok setelah permohonan dari industri dalam negeri, Selasa, 15 September 2026. Penyelidikan dilakukan karena impor dari Tiongkok dinilai meningkat dan menimbulkan kerugian bagi produsen lokal.
Besaran impor dan dampak bagi industri
KADI mencatat total impor BJLS ke Indonesia selama periode 1 Januari 2023 hingga 31 Desember 2025 mencapai 2.562.407 metrik ton (MT). Dari jumlah itu, 2.075.801 MT atau sekitar 81 persen berasal dari Tiongkok.
Penemuan peningkatan impor ini menjadi dasar penyelidikan setelah permohonan diajukan oleh dua produsen dalam negeri yang mewakili sektor baja.
Berdasarkan hasil kajian terhadap kecukupan dan ketepatan bukti awal, KADI menemukan adanya peningkatan impor BJLS asal Tiongkok yang mengakibatkan kerugian bagi industri dalam negeri,
Produk yang diselidiki
Obyek penyelidikan mencakup produk BJLS yang tercantum dalam beberapa kode Harmonized System (HS) menurut Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022. Kode yang disorot meliputi:
- HS 7210.49.11
- HS 7210.49.17
- HS 7210.49.18
- HS 7210.49.19
- HS 7212.30.12
- HS 7212.30.13
- HS 7212.30.19
- HS 7225.92.90
- HS 7225.99.90
Proses penyelidikan dan payung hukum
KADI akan menjalankan penyelidikan dalam jangka waktu paling lama 12 bulan. Jika diperlukan, jangka waktu ini dapat diperpanjang hingga 18 bulan. Pelaksanaan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011 tentang tindakan antidumping, imbalan, dan pengamanan perdagangan.
Pemberitahuan kepada pihak terkait
KADI menyatakan telah memberitahukan dimulainya penyelidikan kepada semua pihak berkepentingan. Pemberitahuan mencakup industri dalam negeri, importir, serta eksportir dan produsen BJLS asal Tiongkok yang teridentifikasi.
KADI telah menyampaikan pemberitahuan mengenai dimulainya penyelidikan kepada pihak yang berkepentingan. Termasuk industri dalam negeri, importir, serta eksportir dan produsen BJLS asal Tiongkok yang diketahui,
Langkah KADI ini membuka ruang bagi proses pemeriksaan lebih rinci mengenai praktik harga, margin dumping, dan dampaknya terhadap industri lokal. Keputusan akhir dapat memengaruhi pola impor dan harga BJLS di pasar domestik.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...