PKS Minta Menkeu Pastikan APBN Sehat dan Daya Beli Terjaga
Fraksi PKS DPR RI meminta Menteri Keuangan Suahasil Nazara memperkuat pengelolaan fiskal guna menjaga kesehatan APBN dan melindungi daya beli masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Habib Idrus Al Jufri dalam keterangan resmi, Selasa, 15 September 2026.
Tuntutan utama Fraksi PKS
Idrus menilai Menkeu baru menghadapi tugas berat untuk menyeimbangkan keberlanjutan fiskal, pembiayaan pembangunan, dan perlindungan sosial. Menurutnya, kebijakan fiskal harus menjawab kebutuhan pembangunan tanpa menambah beban kepada masyarakat.
Menkeu baru harus segera memastikan APBN tetap sehat dan kredibel, tetapi pada saat yang sama kebijakan fiskal harus mampu menjaga daya beli masyarakat. Dua kepentingan ini tidak boleh dipertentangkan
Pertimbangan ekonomi dan risiko global
Fraksi PKS mengingatkan tekanan harga energi global dan dinamika ekonomi internasional yang dapat mempersempit ruang fiskal. Idrus menyebut kebutuhan pembiayaan program prioritas harus dikelola hati-hati agar tidak menimbulkan tekanan baru terhadap masyarakat.
Tekanan harga energi global, dinamika ekonomi internasional, dan kebutuhan pembiayaan program prioritas perlu dikelola secara hati-hati
Penguatan kualitas belanja dan perlindungan sosial
PKS mendorong peningkatan kualitas belanja negara sehingga anggaran lebih diarahkan ke program produktif. Fokusnya adalah anggaran yang memberikan manfaat nyata: mendorong pertumbuhan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya beli.
APBN jangan hanya kuat dari sisi angka, tetapi juga harus kuat dari sisi manfaat. Setiap rupiah anggaran harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, memperkuat daya beli dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Fraksi itu juga menekankan pentingnya pengendalian harga pangan dan energi serta perlindungan sosial yang tepat sasaran. Menurutnya, menjaga daya beli bukan sekadar memperbesar subsidi, melainkan memastikan masyarakat memiliki pendapatan yang cukup dan kebutuhan pokok terkendali.
Menjaga daya beli tidak berarti sekadar memperbesar subsidi. Yang diperlukan adalah kebijakan yang membuat masyarakat memiliki pendapatan yang cukup, harga kebutuhan pokok terkendali, dan kelompok rentan memperoleh perlindungan
Transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan DPR
Idrus meminta penguatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan APBN. Ia menilai setiap program prioritas perlu memiliki indikator kinerja yang jelas agar manfaat anggaran dapat diukur publik.
APBN adalah instrumen utama negara untuk menghadirkan kesejahteraan. Karena itu, pengelolaannya harus transparan, akuntabel dan berorientasi pada hasil
Fraksi PKS menyatakan akan menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif: mendukung kebijakan yang memperkuat ekonomi dan melindungi rakyat, serta mengawal kebijakan yang berpotensi membebani masyarakat.
Penutup
Secara ringkas, PKS menekankan tiga prioritas kepada Menkeu baru: menjaga APBN tetap sehat, meningkatkan kualitas belanja negara, dan memastikan daya beli rakyat tidak tergerus. Fraksi tersebut menegaskan akan terus mengawal kebijakan fiskal agar benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Rupiah Melemah ke Rp17.694, Ganti Menkeu Tak Angkat Sentimen
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.694 per dolar pada 15 Agustus 2026; pergantian Menkeu belum mengangkat sentim...
Fortuna Shoes Ekspor ke 4 Negara, Manfaatkan Tarif Preferensi
Fortuna Shoes menembus Jepang, Inggris, Korea Selatan, dan Jerman dengan memanfaatkan fasilitas tarif prefer...
Impor BJLS dari Tiongkok 81%, KADI Selidiki Antidumping
KADI membuka penyelidikan antidumping terhadap impor BJLS asal Tiongkok yang mencapai 81% dari total impor p...
Purbaya Akhiri Jabatan Menkeu dengan Ucapan Terima Kasih
Purbaya Yudhi Sadewa menutup masa jabatan Menkeu pada 15 September 2026 dengan sambutan singkat dan menyerah...
HPE Emas Naik 1,63% Jadi USD144.469/kg
Kemendag tetapkan HPE emas USD144.469,49/kg periode 15–30 Sep 2026, naik 1,63%; HR juga naik menjadi USD4.49...
KUR Capai Rp197 Triliun hingga Agustus 2026, Disalurkan ke 3,1 Juta Debitur
Realisasi KUR hingga Agustus 2026 mencapai Rp197 triliun untuk 3,1 juta debitur UMKM, mayoritas disalurkan k...