IHSG Turun 0,76% ke 6.484,92 Saat Jeda Siang
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa, 15 September 2026. Hingga jeda siang, IHSG turun 0,76 persen atau 49,77 poin ke level 6.484,92, setelah dibuka di 6.544,77.
Pergerakan pasar siang
IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.549,6 dan terendah di 6.461,01 selama sesi pagi. Analis mencatat volatilitas masih terlihat terbatas, dengan pergerakan yang lebih condong ke arah sideways pada rentang yang lebih sempit.
Proyeksi teknikal
Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks bergerak di kisaran 6.400–6.600. Secara teknikal, mereka mencatat pergerakan wajar dan fluktuasi intraday yang masih mungkin terjadi.
"IHSG bahkan sempat menyentuh level terendah di 6.371," ujar Tim Phintraco.
Pengaruh pelantikan Menteri Keuangan
Pelaku pasar juga menaruh perhatian pada pelantikan Menteri Keuangan baru, Suahasil Nazara, oleh Presiden Prabowo Subianto. Peristiwa ini menjadi salah satu faktor sentimen domestik yang memengaruhi kepercayaan investor.
"Pergantian pos Menkeu diharapkan akan lebih menjaga kredibilitas dan disiplin fiskal," kata Tim Phintraco.
Tim analis menilai pengalaman Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan dapat membantu transisi kebijakan fiskal. Mereka menekankan pentingnya pemahaman postur anggaran untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan lancar.
"Investor berharap kredibilitas dan konsistensi fiskal dari Menteri baru ini. Ini dapat mengembalikan kepercayaan investor domestik dan global terhadap ekonomi makro dan pasar keuangan Indonesia," tambah Tim Phintraco.
Dampak terhadap aliran modal dan pasar
Menurut analis, peningkatan kepercayaan investor berpotensi mendorong aliran modal asing masuk. Kondisi ini diharapkan mendukung penguatan rupiah dan menjaga stabilitas imbal hasil Surat Berharga Negara serta IHSG.
"Bagi bursa, dampak pergantian Menkeu dalam jangka pendek diperkirakan cenderung fluktuatif. Sedangkan dalam jangka panjang, investor menantikan realisasi kebijakan yang diterapkan oleh Menkeu baru," ujar Tim Phintraco.
Sentimen global
Dari luar negeri, indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin, 14 September 2026. Pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed yang berpotensi naik bulan ini. Kombinasi sentimen global dan domestik diperkirakan membuat ruang gerak IHSG tetap terbatas hingga kepastian kebijakan fiskal terjaga.
Investor diperkirakan akan terus memantau perkembangan kebijakan fiskal domestik serta respons pasar global dalam beberapa hari mendatang.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...