HPE Emas Naik 1,63% Jadi USD144.469/kg
Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) emas sebesar USD 144.469,49 per kilogram untuk periode 15–30 September 2026, naik 1,63 persen dari periode pertama September yang sebesar USD 142.154,10 per kilogram. Penetapan ini juga disertai kenaikan Harga Referensi (HR) menjadi USD 4.493,51 per troy ounce.
Angka dan periode penetapan
HPE dan HR yang baru berlaku mulai 15 hingga 30 September 2026. Perubahan tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1817 Tahun 2026 tentang HPE dan HR atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar.
Secara rinci, kenaikan tercatat sebagai berikut:
- HPE: USD 144.469,49 per kilogram (sebelumnya USD 142.154,10/kg)
- HR: USD 4.493,51 per troy ounce (sebelumnya USD 4.421,49/oz)
Faktor pendorong kenaikan
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menyatakan kenaikan dipicu oleh kondisi keuangan global saat pengumpulan data. Pergerakan harga emas selama periode tersebut naik 1,63 persen.
“Kenaikan HPE dan HR emas pada periode kedua bulan September 2026 dipicu pelemahan mata uang utama global. Penurunan imbal hasil obligasi, dan pemotongan suku bunga acuan internasional,” ujar Tommy.
Dengan kata lain, kombinasi pelemahan mata uang global, turunnya imbal hasil obligasi, dan kebijakan suku bunga internasional mendorong investor kembali ke aset safe-haven seperti emas, sehingga mendorong kenaikan harga.
Dasar data dan mekanisme penetapan
Penetapan HPE dan HR mengacu pada data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Data tersebut berlandaskan publikasi pasar emas global, yaitu London Bullion Market Association (LBMA).
Proses penetapan dilakukan melalui koordinasi antar lembaga. Selain Kementerian Perdagangan dan Kementerian ESDM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian juga memberikan informasi serta masukan teknis.
Dampak dan catatan
Kenaikan HPE dan HR berimplikasi langsung pada perhitungan bea keluar atas produk pertambangan yang dikenakan. Perusahaan ekspor emas dan pihak terkait di sektor pertambangan perlu menyesuaikan perhitungan harga dasar sesuai ketentuan terbaru.
Pengawasan dan koordinasi lintas kementerian tetap menjadi kunci agar penetapan harga acuan berjalan konsisten dengan kondisi pasar internasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...