Ketum APROPI Apresiasi Amran: Sorotan Ketahanan Pangan & Harga Gabah
Jakarta, 15-16 September 2026 — Ketua Umum Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia (APROPI) Yanurius Nunuhitu memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman atas kinerjanya dalam mendorong ketahanan pangan nasional. Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan AgrochemBIZ Show Indonesia 2026 di Jakarta.
Apresiasi kepada Menteri Pertanian
Yanurius menyambut penghargaan yang diterima Amran sebagai anggota kabinet berkinerja terbaik. Ia menilai penghargaan itu mencerminkan komitmen dan totalitas Amran dalam kebijakan pangan.
"Kami ucapkan selamat. Menurut hemat kami, Pak Amran ini pantas untuk mendapatkan itu,"
Harga Gabah dan Penyerapan Bulog
Salah satu sorotan utama Yanurius adalah kebijakan menjaga harga hasil panen agar tetap menguntungkan petani. Menurutnya, kepastian harga penting untuk menjaga semangat tanam.
"Strategi yang dipakai adalah menjamin harga panen sehingga petani bersemangat melakukan cocok tanam,"
Yanurius juga menilai penyerapan gabah oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) menjadi faktor penting karena memberi kepastian pasar bagi petani setelah masa panen.
Selain itu, Yanurius memuji sikap pemerintah yang menahan impor beras meski harga domestik lebih tinggi. Menurutnya, kebijakan ini menjaga insentif bagi petani untuk meningkatkan produksi.
"Pak Amran ini begitu kuat mempertahankan agar impor beras tidak dilakukan walaupun harga beras dalam negeri lebih tinggi,"
Ketersediaan Sarana Produksi
Yanurius menekankan bahwa kelangsungan produksi pertanian bergantung pada ketersediaan sarana produksi yang mudah diakses dan terjangkau. Ia menyebutkan beberapa kebutuhan pokok yang harus diprioritaskan:
- Bibit dan benih
- Pestisida
- Pupuk
- Alat dan mesin pertanian
Menurut Yanurius, kepastian kebijakan membuat pelaku usaha pupuk, pestisida, dan benih mendapatkan gambaran arah bisnis, yang kemudian berdampak pada pendapatan petani.
AgrochemBIZ Show: Akses Pestisida Berkualitas
Acara AgrochemBIZ Show Indonesia 2026 mempertemukan produsen pestisida dalam negeri dengan pelaku industri dari India, China, dan Eropa. Tujuan acara diarahkan untuk memperkuat akses produk pestisida yang mendukung aktivitas pertanian nasional.
"Tujuan acara ini menghadirkan pestisida berkualitas, efektif dan efisien, aman bagi manusia serta lingkungan hidup,"
APROPI menegaskan mendorong penyediaan pestisida yang berkualitas, efektif, efisien, dan aman sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan.
Di penutup, Yanurius berharap pemerintah terus memperhatikan kesejahteraan petani melalui kebijakan yang memberikan kepastian harga dan pengendalian impor, sehingga sektor pertanian dapat terus berkembang dan memberi manfaat ekonomi yang luas.
"Kami berharap pemerintah terus memperhatikan nasib petani agar ekonominya menjadi lebih baik,"
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Purbaya Bicara Usai Dicopot: Telpon Saat Rapat dan Pilih Pensiun
Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ia diberitahu lewat telepon saat rapat DPD pada 14 Sept 2026, mengakui sebag...
IHSG Turun 1,13% ke 6.461,15 Saat Pasar Antisipasi Menkeu Baru
IHSG turun 1,13% ke 6.461,15 pada 15 September 2026; pasar mencermati pelantikan Menkeu baru dan sentimen gl...
Rupiah Melemah ke Rp17.694, Ganti Menkeu Tak Angkat Sentimen
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.694 per dolar pada 15 Agustus 2026; pergantian Menkeu belum mengangkat sentim...
Fortuna Shoes Ekspor ke 4 Negara, Manfaatkan Tarif Preferensi
Fortuna Shoes menembus Jepang, Inggris, Korea Selatan, dan Jerman dengan memanfaatkan fasilitas tarif prefer...
Impor BJLS dari Tiongkok 81%, KADI Selidiki Antidumping
KADI membuka penyelidikan antidumping terhadap impor BJLS asal Tiongkok yang mencapai 81% dari total impor p...
Purbaya Akhiri Jabatan Menkeu dengan Ucapan Terima Kasih
Purbaya Yudhi Sadewa menutup masa jabatan Menkeu pada 15 September 2026 dengan sambutan singkat dan menyerah...