Kesehatan

Peserta JKN 284,3 Juta, BPJS Pacu Mutu Fasilitas Kesehatan

Bagikan:
Ilustrasi layanan BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan di Indonesia

BPJS Kesehatan melaporkan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 284,3 juta jiwa atau 98,6% populasi Indonesia. Dalam pertemuan nasional di Jakarta, Selasa 15 September 2026, penyelenggara menegaskan percepatan peningkatan mutu fasilitas kesehatan agar manfaat JKN terasa nyata bagi peserta.

Jumlah peserta dan pembiayaan

BPJS Kesehatan mencatat kepesertaan hampir menyentuh seluruh penduduk. Sejak 2014 hingga 2025, badan penyelenggara menyalurkan pembiayaan pelayanan kesehatan sebesar Rp1.279,8 triliun untuk menanggung pengobatan penyakit yang memerlukan perawatan panjang.

Jaringan layanan BPJS meliputi 23.816 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), didukung oleh 3.221 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dan 7.180 sarana penunjang. Angka ini menunjukkan upaya perluasan akses sekaligus tantangan dalam menjaga mutu layanan.

Dorongan peningkatan mutu fasilitas kesehatan

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menekankan bahwa pendaftaran peserta saja tidak cukup. Fokusnya adalah memastikan setiap peserta menerima pelayanan bermutu dan terlindungi dari risiko finansial saat sakit.

"Tugas kita bukan hanya memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta, tetapi juga menjamin bahwa ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka memperoleh layanan yang bermutu serta perlindungan dari risiko finansial," ujar Pujo dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2026.

Untuk memperkuat layanan, BPJS meluncurkan wajah baru petugas BPJS SATU atau BPJS Siap Membantu. Selain itu, skema Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ) dikembangkan bersama Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) untuk menjamin pembiayaan terintegrasi.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, menegaskan perlunya pemerataan fasilitas. Menurut Maria, transformasi sektor kesehatan harus berjalan seiring dengan penguatan mutu sarana pelayanan.

"Tidak ada sistem jaminan kesehatan yang kuat tanpa didukung fasilitas kesehatan yang kuat. Semangat gotong royong harus kita maknai sebagai kerja sama dan tanggung jawab yang jelas dari seluruh pihak," kata Maria.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan peran pemerintah dalam menyediakan dukungan kebijakan, regulasi, dan pembiayaan. Ia mengajak seluruh ekosistem JKN berkontribusi untuk keberlanjutan program.

"Untuk menjaga keberlanjutan dan memperkuat manfaat JKN, perlu adanya komitmen dan kontribusi dari seluruh ekosistem JKN," kata Cak Imin.

Penghargaan Seva Paramahita dan daftar pemenang

BPJS Kesehatan memberikan Seva Paramahita Award 2026 kepada fasilitas kesehatan berprestasi. Berikut daftar pemenang utama berdasarkan kategori.

Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas)

  1. Juara 1: Puskesmas Umbulsari, Kabupaten Jember
  2. Juara 2: UPT Puskesmas Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara
  3. Juara 3: Puskesmas Palakka, Kabupaten Barru

Tempat Praktik Mandiri Dokter

  1. Juara 1: Dr. Efri Yeni, Kabupaten Padang Pariaman
  2. Juara 2: dr. Fitrijah, Kabupaten Jombang
  3. Juara 3: Dr. Sintje Tjengnis, Kota Ambon

Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi

  1. Juara 1: Drg. Fitri Eka Rahmafuri, Kabupaten Jember
  2. Juara 2: Drg. Hj. Aminah, Mm, Kabupaten Solok Selatan
  3. Juara 3: Drg. Asrofi, Kabupaten Temanggung

Klinik Pratama

  1. Juara 1: Klinik Pratama Ganesha Bali, Kabupaten Buleleng
  2. Juara 2: Klinik Dua Putri Jaya, Kabupaten Lampung Selatan
  3. Juara 3: Klinik Pratama Bunda Patimah, Kota Medan

Rumah Sakit Kelas A

  1. Juara 1: RSUD Dr Soetomo, Kota Surabaya
  2. Juara 2: RSPAD Gatot Soebroto, Kota Jakarta Pusat
  3. Juara 3: RSUP Prof. Dr. I G.N.G. Ngoerah, Kota Denpasar

Rumah Sakit Kelas B

  1. Juara 1: RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu, Kabupaten Bangkalan
  2. Juara 2: RS Mitra Plumbon Cirebon, Kabupaten Cirebon
  3. Juara 3: RSUD Brigjend. H. Hasan Basry, Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Rumah Sakit Kelas C

  1. Juara 1: RS Mawaddah Medika, Kabupaten Mojokerto
  2. Juara 2: RSUD R.A.A Tjokronegoro, Kabupaten Purworejo
  3. Juara 3: RS Yos Sudarso, Kota Padang

Rumah Sakit Kelas D

  1. Juara 1: RS Hasyim Asy'ari, Kabupaten Jombang
  2. Juara 2: RS Santa Elisabeth, Kabupaten Bantul
  3. Juara 3: RSU Sakinah Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe

Rumah Sakit Khusus

  1. Juara 1: RSIA Putri, Kota Surabaya
  2. Juara 2: RSJ Prof Hb Sa'anin Padang, Kota Padang
  3. Juara 3: RS Khusus Gigi Dan Mulut Universitas Hasanuddin, Kota Makassar

Klinik Utama

  1. Juara 1: Klinik Utama Citra Mulia
  2. Juara 2: Klinik Utama Cahaya Imani
  3. Juara 3: Klinik Utama Cahaya Husada

Lomba Konten Edukasi JKN 2026 (sebagian pemenang)

  1. Juara 1: Puskesmas Makrayu, Kota Palembang
  2. Juara 2: Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan
  3. Juara 3: Puskesmas Remu, Kota Sorong

Catatan: Dalam pengumuman terdapat beberapa kategori tambahan dan daftar penerima penghargaan khusus yang tidak disertakan rinciannya dalam rilis acara.

Penutup

Penguatan mutu fasilitas kesehatan menjadi fokus berikutnya agar pembiayaan besar yang telah digelontorkan memberikan dampak jangka panjang. Kolaborasi pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan manfaat JKN.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait