IHSG Turun 1,13% ke 6.461,15 Saat Pasar Antisipasi Menkeu Baru
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada penutupan Selasa, 15 September 2026. IHSG ditutup di level 6.461,15, turun 73,54 poin atau 1,13% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Ringkasan pergerakan
Pasar dibuka pada level 6.544,77 dan sempat menyentuh titik tertinggi 6.549,60 sebelum mendapat tekanan pada sesi kedua perdagangan. Pergerakan harian cenderung fluktuatif sehingga menutup lebih rendah.
Data perdagangan
Aktivitas transaksi cukup tinggi sepanjang hari. Sebanyak 26,17 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi sekitar Rp12,51 triliun dan frekuensi transaksi mencapai 1,76 juta kali.
Secara komposisi, tercatat 312 saham naik, 314 saham turun, dan 165 saham stagnan pada penutupan perdagangan.
Analisis teknikal
Tim analis dari Phintraco Sekuritas sebelumnya memperkirakan pergerakan IHSG cenderung sideways. Secara teknikal, mereka memproyeksikan indeks bergerak pada rentang 6.400 hingga 6.600, sesuai level pada penutupan hari ini.
Faktor yang mempengaruhi
Pelaku pasar juga mencermati pelantikan Menteri Keuangan baru, Suahasil Nazara, oleh Presiden Prabowo Subianto. Harapan pasar adalah kebijakan baru dapat menjaga kredibilitas dan disiplin fiskal pemerintah.
Namun analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai tugas Menkeu baru tidak mudah, karena harus menyeimbangkan defisit dengan kebutuhan pembiayaan program prioritas dan dorongan percepatan pertumbuhan ekonomi.
"Menkeu baru harus mengelola APBN di tengah kebutuhan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi serta membiayai program prioritas,"
Phintraco menilai dampak pergantian Menkeu terhadap bursa akan bersifat fluktuatif dalam jangka pendek. Mereka juga mencatat investor menantikan realisasi kebijakan fiskal yang akan diterapkan.
"Sedangkan dalam jangka panjang, investor menantikan realisasi kebijakan yang diterapkan oleh Menkeu baru,"
Sentimen global
Dari luar negeri, indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin, 14 September 2026. Pasar global terus mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan naik bulan ini, sehingga menambah tekanan terhadap pasar saham domestik.
Prospek
Menghadapi kondisi ini, pergerakan IHSG diperkirakan masih terbatas. Investor diyakini akan memantau perkembangan kebijakan fiskal domestik dan respons pasar global sebagai penentu arah selanjutnya.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Fortuna Shoes Ekspor ke 4 Negara, Manfaatkan Tarif Preferensi
Fortuna Shoes menembus Jepang, Inggris, Korea Selatan, dan Jerman dengan memanfaatkan fasilitas tarif prefer...
Impor BJLS dari Tiongkok 81%, KADI Selidiki Antidumping
KADI membuka penyelidikan antidumping terhadap impor BJLS asal Tiongkok yang mencapai 81% dari total impor p...
Purbaya Akhiri Jabatan Menkeu dengan Ucapan Terima Kasih
Purbaya Yudhi Sadewa menutup masa jabatan Menkeu pada 15 September 2026 dengan sambutan singkat dan menyerah...
HPE Emas Naik 1,63% Jadi USD144.469/kg
Kemendag tetapkan HPE emas USD144.469,49/kg periode 15–30 Sep 2026, naik 1,63%; HR juga naik menjadi USD4.49...
KUR Capai Rp197 Triliun hingga Agustus 2026, Disalurkan ke 3,1 Juta Debitur
Realisasi KUR hingga Agustus 2026 mencapai Rp197 triliun untuk 3,1 juta debitur UMKM, mayoritas disalurkan k...
PKS Minta Menkeu Pastikan APBN Sehat dan Daya Beli Terjaga
Fraksi PKS mendesak Menkeu Suahasil Nazara menjaga APBN sehat dan melindungi daya beli rakyat di tengah teka...