Purbaya Bicara Usai Dicopot: Telpon Saat Rapat dan Pilih Pensiun
Purbaya Yudhi Sadewa membenarkan pencopotannya sebagai Menteri Keuangan dan mengatakan ia diberitahu lewat telepon saat sedang rapat dengan DPD DPR RI pada Senin, 14 September 2026. Mantan menteri itu mengaku sudah memperkirakan langkah itu, menyebut sebagian alasan terkait perombakan di Direktorat Jenderal Pajak, dan menyatakan akan mengikuti hak prerogatif presiden.
Telepon pemberitahuan saat rapat
Purbaya mengatakan panggilan yang memberitahukan pencopotan datang dari Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Ia menerima kabar itu ketika tengah menghadiri rapat dengan DPD DPR RI.
Ketika ditanya apakah pemecatannya berkaitan dengan kebijakan reshuffle 350 pegawai di Direktorat Jenderal Pajak, Purbaya mengakui ada kaitan.
"Ya, sebagian iya."
Soal alasan dan tanggung jawab kebijakan
Purbaya menekankan bahwa keputusan pemberhentian adalah bagian dari hak prerogatif presiden dan pihaknya akan menuruti keputusan tersebut. Ia juga membantah adanya gesekan internal dengan para direktur jenderal di kementeriannya.
"Kita ikuti saja,"
"Kebijakan kita semua mengikuti kebijakan presiden,"
Reaksi pribadi dan rencana ke depan
Mantan menteri itu mengaku sempat kesal setelah mengetahui kabar pemecatan. Ia bercerita sempat sulit tidur pada malam pertama, namun kondisinya membaik keesokan harinya.
"Semalem masih susah tidur, masih sebel juga tuh, tapi siangnya sudah lumayanlah,"
Purbaya menyatakan tidak ingin kembali menjadi pejabat publik dan lebih memilih pensiun. Ia menggambarkan rencananya dengan ringan, ingin kembali ke aktivitas sederhana setelah tak lagi menjabat.
"Habis ini saya mau pulang, mancing di belakang rumah sambil melamun, 'kenapa dipecat?'"
Warisan singkat di Kementerian Keuangan
Meski masa jabatannya hanya berlangsung sekitar satu tahun, Purbaya menilai pencapaiannya cukup memuaskan. Ia menyorot keberhasilan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di atas 5 persen selama masa kepemimpinannya.
Selama menjabat, Purbaya dikenal sebagai sosok yang terbuka kepada wartawan dan mudah memberi keterangan. Kepopulerannya itu ikut menonjolkan keputusannya untuk mundur dan rencana pensiun dini.
Pencopotan ini menutup bab singkat Purbaya di posisi Menkeu, sekaligus membuka peluang kebijakan fiskal baru sesuai arah pemerintahan yang akan datang.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...