KAI Commuter 18 Tahun: Luncurkan Reverse Vending Machine
KAI Commuter merayakan ulang tahun ke-18 dengan meluncurkan inovasi Reverse Vending Machine (RVM) di lima stasiun Commuter Line Jabodetabek. Program itu diumumkan saat perusahaan mencatat lebih dari 400 juta pengguna sepanjang 2025 dan rata-rata 1,4 juta penumpang per hari. Inisiatif ini bertujuan mengurangi sampah plastik sekaligus memberi insentif bagi pengguna.
Pertumbuhan pengguna dan perluasan jaringan
Sejak transformasi dimulai pada 2008, KAI Commuter mencatat lonjakan pengguna. Dari 127 juta pengguna pada 2010, jumlahnya melonjak melebihi 400 juta sepanjang 2025. Saat ini jaringan melayani perjalanan di 213 stasiun yang terbagi ke dalam lima wilayah operasional.
Perluasan layanan juga terus berlangsung ke wilayah penyangga seperti Merak, Bandung Raya, Kutoarjo, Yogyakarta, Palur, dan Surabaya. Layanan Commuter Line Basoetta menghubungkan pusat kota Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Langkah ini juga menjadi tonggak penting yang menandai komitmen perusahaan. Untuk melayani masyarakat melalui cakupan wilayah yang lebih luas,"
Inovasi: Reverse Vending Machine untuk keberlanjutan
Pada HUT ke-18, KAI Commuter lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memperkenalkan RVM di lima stasiun Jabodetabek. Pengguna yang menukarkan botol plastik melalui mesin akan memperoleh poin yang dapat dikonversi menjadi saldo tiket.
"Pengguna akan mendapatkan poin 100 untuk setiap botol plastik yang bisa ditukarkan dengan saldo melalui KMT untuk pembayaran tiket Commuter Line,"
Program ini dijalankan bekerja sama dengan Plasticpay. Sampah botol yang terkumpul akan didaur ulang menjadi produk seperti sajadah, cover Al-Quran, dan merchandise upcycle untuk penggunaan publik di musholla stasiun.
"Tidak hanya itu, sampah botol plastik yang terkumpul melalui RVM KAI Commuter x Plasticpay juga akan didaurulang menjadi Produk Daurulang berupa Sajadah, Quran Cover, dan Upcycle Merchandise. Yang bisa digunakan secara publik di Musholla Stasiun,"
Rencana penempatan RVM selanjutnya mencakup lima stasiun KRL strategis:
- Stasiun Jakarta Kota
- Stasiun Juanda
- Stasiun Bogor
- Stasiun Tanah Abang
- Stasiun Bekasi
"InsyaAllah Program Reverse Vending Machine (RVM) KAI Commuter x Plasticpay juga berencana akan ditempatkan di 5 titik stasiun KRL Strategis. Seperti Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Juanda, Stasiun Bogor, Stasiun Tanah Abang, dan Stasiun Bekasi,"
Layanan, keamanan, dan akses digital
KAI Commuter terus meningkatkan fasilitas dan teknologi. Integrasi sistem ticketing kini mendukung QRIS-tap untuk kemudahan pembayaran. Sistem CCTV analytic telah tersebar di seluruh stasiun Commuter Line Jabodetabek dan Yogyakarta untuk meningkatkan keamanan perjalanan.
"Di fasilitas inilah seluruh sarana perkeretaapian diperiksa, dirawat, dan dipersiapkan secara ketat setiap harinya,"
Operasional didukung lima depo utama dan sebelas PUKRL agar sarana selalu siap beroperasi.
Program berkelanjutan dan penutup
Selain RVM, KAI Commuter menjalankan program SDGs lain, termasuk daur ulang seragam dinas pegawai menjadi kain batik bertema "Batik Laras Budaya Commuter". Batik ini merepresentasikan keberagaman budaya pengguna dan harmoni dalam mobilitas lintas generasi.
KAI Commuter menegaskan komitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal. Inovasi seperti RVM diharapkan mendorong perilaku ramah lingkungan dan memperkuat peran moda kereta listrik sebagai solusi transportasi massal berkelanjutan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...