Menkes: Kemitraan Kesehatan Harus Hasilkan Dampak Nyata
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan kemitraan pembangunan sektor kesehatan harus berujung pada aksi nyata yang dirasakan masyarakat. Pernyataan disampaikan pada keterangan pers di Jakarta, Rabu, 16 September 2026, dengan target peningkatan indikator kesehatan secara terukur.
Target harapan hidup dan harapan hidup sehat
Budi mengatakan pemerintah menargetkan peningkatan angka harapan hidup dari 72 menjadi 76 tahun. Sementara itu, harapan hidup sehat ditargetkan naik dari 60 menjadi 65 tahun.
Menurutnya, capaian itu hanya mungkin jika layanan kesehatan primer diperkuat dan akses ke fasilitas berkualitas semakin merata ke seluruh wilayah.
Penguatan layanan kesehatan primer
Pemerintah memprioritaskan layanan primer untuk meningkatkan derajat kesehatan. Upaya dilakukan lewat pemenuhan alat kesehatan dan revitalisasi Puskesmas sebagai garda terdepan.
"Kami telah mendistribusikan sekitar 300 ribu antropometri kit ke Posyandu dan 10 ribu USG ke Puskesmas. Pemerintah juga memperkuat 10 ribu Puskesmas dengan X-ray untuk mendukung skrining TBC serta diagnosis molekuler," ucap Menkes.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Dalam aspek pencegahan, Menkes menilai perluasan skrining massal penting untuk deteksi dini penyakit tidak menular. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) disebut telah menjangkau jutaan warga.
Pada tahun pertama CKG menjangkau sekitar 70 juta orang dan sampai Agustus 2026 mencapai sekitar 88 juta orang. Target pemerintah tahun ini adalah menaikkan cakupan menjadi 130 juta orang.
Hasil skrining menunjukkan masalah gigi dan obesitas menonjol dan berkaitan dengan risiko penyakit tidak menular lainnya.
Kemitraan, transparansi, dan akuntabilitas
Menkes menegaskan kemitraan harus konkret dan bertanggung jawab. Menurutnya, kerja sama yang berhasil adalah kerja sama yang memperbaiki kondisi nyata masyarakat.
"The distance between partnership and impact is delivery, kemitraan berarti jika menghasilkan perbaikan nyata bagi kehidupan masyarakat. Anak mendapatkan vaksin, ibu melahirkan aman, TBC terdeteksi dini, dan layanan berkualitas tersedia bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujar Budi Gunadi Sadikin.
Ia menambahkan, saat ini terdapat 108 mitra pembangunan yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Menkes menekankan pentingnya keterbukaan mengenai prioritas, hasil, dampak, dan penggunaan pembiayaan.
"Kepercayaan adalah fondasi kemitraan, kepercayaan harus diperoleh dan terus dijaga. Karena itu, kita harus terbuka mengenai prioritas, hasil, dampak, dan penggunaan pembiayaan," kata Menkes.
Pandangan Menkes menggarisbawahi pergeseran dari program semata ke hasil terukur dan berkelanjutan. Ke depan, keberhasilan target harapan hidup akan bergantung pada implementasi alat, kapasitas Puskesmas, dan efektivitas kemitraan publik-swasta.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
JKN Jadi Gotong Royong Raksasa Lindungi 284 Juta Jiwa
JKN disebut sebagai "gotong royong raksasa" untuk melindungi 284 juta jiwa, dibahas dalam Pertemuan Nasional...
Mengenal Kimpul: Umbi Lokal Bernutrisi dan 6 Manfaat Kesehatan
Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) adalah umbi lokal bernutrisi, alternatif singkong/kentang dengan enam manf...
Peserta JKN 284,3 Juta, BPJS Pacu Mutu Fasilitas Kesehatan
Peserta JKN mencapai 284,3 juta jiwa; BPJS Kesehatan mempercepat peningkatan mutu fasilitas dan memberikan S...
Kemenkes Fokus Tiga Perbaikan untuk Reformasi JKN
Kemenkes umumkan tiga perbaikan reformasi JKN: KRIS, rujukan berbasis kompetensi, dan penyesuaian tarif laya...
Muhaimin: Perkuat JKN sebagai Jaring Pengaman Masyarakat
Menko Muhaimin minta penguatan JKN sebagai jaring pengaman agar masyarakat tak jatuh miskin karena sakit; fo...
MRCCC Siloam Sediakan Ruang Jeda bagi Pasien Kanker bersama Oki Rengga
MRCCC Siloam Semanggi menggelar Mini Cinema 14 Sept 2026, menonton 'Agak Laen' bersama Oki Rengga untuk duku...