Ekonomi

Parfum IKM Binaan Kemenperin Diekspor ke Papua Nugini Rp707 Juta

Bagikan:
Kemasan parfum PT Follow Me Indonesia siap ekspor ke Papua Nugini

Produk parfum dan gel rambut buatan PT Follow Me Indonesia, IKM binaan Kementerian Perindustrian, resmi dikapalkan ke Papua Nugini dengan nilai ekspor USD40.436 (sekitar Rp707 juta). Pengumuman terkait pelepasan ekspor ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Rabu, 16 September 2026. Ekspor ini menjadi bukti bahwa kosmetik buatan dalam negeri mulai semakin kompetitif di pasar internasional.

Nilai ekspor dan arti strategis

Nilai pengiriman yang tercatat sebesar USD40.436 menandai capaian penting bagi produsen berskala IKM. Menperin menilai keberhasilan ini mencerminkan peningkatan kualitas, keamanan, dan inovasi produk kosmetik nasional. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan oleh pelaku IKM untuk memperluas akses pasar.

"Kami akan terus mendukung industri kosmetik dan parfum agar semakin meningkatkan kinerjanya," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita. "Produk kosmetik buatan Indonesia semakin dipercaya di pasar dunia karena memiliki kualitas yang baik, aman, dan terbukti bermanfaat."

Perkembangan industri kosmetik nasional

Data menunjukkan industri kosmetik Indonesia sedang tumbuh. Pada 2025 kinerja ekspor sektor ini mencapai USD473,8 juta, naik 13,7 persen dibanding 2024 yang sebesar USD416,8 juta. Peningkatan tersebut dinilai memperkuat posisi pelaku lokal di pasar global.

Indikator Angka
Ekspor produk PT Follow Me Indonesia USD40.436 (~Rp707 juta)
Ekspor industri kosmetik 2025 USD473,8 juta
Ekspor industri kosmetik 2024 USD416,8 juta
Jumlah pelaku industri kosmetik (Juli 2026) 1.655 unit
Persentase IKM dari total pelaku >87%
Produk kosmetik terdaftar BPOM ~370.000 produk

Dukungan pembinaan dan sertifikasi

Dirjen IKMA Reni Yanita memberi apresiasi atas capaian PT Follow Me Indonesia. Ia menyebut ekspor ini sebagai hasil pembinaan Kemenperin, termasuk program sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) dan fasilitasi kemitraan.

"Salah satu keberhasilan pembinaan industri kosmetik lokal terlihat dari munculnya produk yang mampu menembus pasar ekspor," kata Reni Yanita.

Sejak 2023 PT Follow Me Indonesia mengikuti berbagai fasilitasi seperti kemitraan, temu bisnis, dan pameran. Pada 2024 perusahaan juga memperoleh program restrukturisasi mesin dan peralatan, serta menjalin kemitraan industri dengan PT Indesso Aroma.

Profil singkat PT Follow Me Indonesia

Perusahaan ini berfokus pada industri wewangian dan telah beroperasi hampir tiga dekade. Berawal dari skala kecil, perusahaan sempat menembus pasar Jepang sebelum meraih pasar Papua Nugini. Reni menilai transformasi tersebut menunjukkan ketangguhan produk dan kemampuan ekspor pelaku IKM.

Ke depan, Kemenperin mendorong pelaku IKM untuk memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan inovasi, dan membangun merek lokal agar capaian ekspor seperti ini dapat berkelanjutan dan berdampak pada pertumbuhan industri kosmetik nasional.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait