Pepen Tutup Kiprah di DBL 2026: Tekanan & Peran di SMAN 9 Bandung
Steven Sebastian, yang akrab disapa Pepen, menjalani musim terakhirnya membela SMAN 9 Bandung di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East. Musim ini terasa istimewa karena statusnya sebagai siswa kelas 12 dan pemain DBL Indonesia All-Star 2026, sekaligus beban besar menjaga titel juara yang diraih Niners tahun lalu.
Beban musim terakhir dan ekspektasi juara
Pepen mengaku merasakan tekanan berbeda memasuki tahun terakhirnya. Ekspektasi untuk kembali juara membuat ia sering memikirkan kemungkinan terburuk sebelum bertanding.
Jujur, aku sempat setres sebelum gim hari ini. Kayak ngerasa ini bisa menang nggak ya di gim pertama.
Rasa khawatir itu tidak hilang meski ia memiliki pengalaman tampil di tim All-Star. Di sekolah, bayangan kalah dan komentar bahwa SMAN 9 masih berpeluang juara kerap menghantui persiapan mentalnya.
Wah, itu di sekolah aku kepikiran banget sih. Apalagi kan lawannya juga nggak gampang. Bayangan aku sih gimana kalau kalah ya, apalagi kan orang-orang pada bilang kalau ini Sembilan masih bisa juara lagi tahun ini.
Peran lebih dari sekadar pencetak angka
Selain tanggung jawab individual, Pepen mendapat tugas penting membimbing pemain muda di skuad Niners. Banyak wajah baru musim ini membuat perannya menjadi jembatan pengalaman.
Ia tidak hanya diminta memberi poin, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri rekan setim. Pepen membantu mereka memahami dinamika pertandingan dan mengelola tekanan yang muncul saat bertanding.
Awal musim: tantangan di laga pembuka
Pada laga pembuka menghadapi SMA BPK Penabur Holis, Niners sempat kesulitan melepaskan diri dari kejaran lawan. Situasi ini menegaskan pentingnya peran pemain berpengalaman seperti Pepen untuk menstabilkan permainan tim.
Pelatih dan pemain muda kini bergantung pada kepemimpinan lapangan yang mampu mengubah momentum saat pertandingan berjalan ketat.
Ke depan, fokus Niners adalah menyatukan komposisi tim, menjaga ritme permainan, dan mengurangi kegugupan pada momen krusial. Bagi Pepen, musim ini bukan sekadar babak penutup, tetapi kesempatan terakhir meninggalkan jejak bagi generasi penerus Niners di panggung DBL.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Debutan Tunggal Putra Siap Bawa Indonesia di Asian Games 2026
Tiga debutan tunggal putra—Alwi, Ubed, Yusuf—selesai pemusatan latihan di Tokyo dan siap berlaga di Asian Ga...
Jelang Nations League, Mancini Intensif Pantau Talenta Muda Italia
Roberto Mancini intensif memantau talenta muda Italia, hadir saat Torino vs AS Roma (14 Sep 2026) dan juga m...
Indonesia Padel League Dorong Padel Jadi Industri Olahraga
Indonesia Padel League (IPL) meluncurkan kompetisi profesional 2026 untuk mendorong padel berkembang jadi in...
Indonesia Women’s League Dimulai Oktober 2026, Musim Perdana 6 Klub
Indonesia Women’s League akan bergulir pertengahan Oktober 2026 dengan enam klub dan format single venue di...
Valencia Raih Kemenangan Perdana Liga Spanyol, Tekuk Alavés 1-0
Valencia menang 1-0 atas Alavés lewat gol Luis Rioja, Rabu 16 September 2026, dan mengakhiri empat kekalahan...
Kyohei Yoshino Jadi Andalan Shin Tae-yong di Persija
Kyohei Yoshino tampil cemerlang sebagai bek kanan Persija saat menang 2-1 atas Persib, menunjukkan fleksibil...