Olahraga

Kembar Darrel-Darren Tutup Karier SMA bersama Trimulia di DBL 2026

Bagikan:
Darrel dan Darren, pemain kembar SMA Trimulia, beraksi di Honda DBL West Java-East 2026

Bandung — Darrel dan Darren Keagan, pemain kembar SMA Trimulia Bandung, membawa misi khusus pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East. Musim ini menjadi musim terakhir mereka di level SMA dan kesempatan untuk menutup perjalanan sekolah dengan prestasi: mengulang langkah ke final dan merebut gelar juara.

Misi akhir: kembali ke puncak DBL

Keduanya sudah tiga musim memperkuat Trimulia. Pada musim pertama, mereka membantu tim melaju hingga babak final DBL West Java. Namun musim kedua berakhir mengecewakan karena Trimulia gugur sejak gim pertama.

Karena itu, kompetisi 2026 punya arti emosional dan sportif. Darrel menegaskan targetnya jelas: membawa sekolah sejauh mungkin, bahkan menjadi juara seperti yang pernah mereka capai.

"Pastinya mau seperti tahun pertama ya. Bisa bawa sekolah sampai ke final dan jadi juara," ujar Darrel.

Warisan keluarga di lapangan

Ambisi kedua bersaudara ini tak lepas dari jejak keluarga. Mereka memiliki kakak perempuan, Natasha Olivia, yang lebih dulu tampil dan meraih gelar juara bersama Trimulia pada 2021. Natasha juga tercatat mengikuti DBL Camp pada 2024.

"Kita sebenarnya tiga bersaudara. Cici aku juga sempat main di DBL dan pernah juara waktu 2021," ungkap Darrel.

Kehadiran kakak memberi contoh nyata bahwa prestasi di DBL bisa menjadi jalan pencapaian untuk sekolah dan karier muda mereka.

Awal kecintaan terhadap basket

Kecintaan Darrel, Darren, dan Natasha terhadap basket dimulai sejak kecil. Mereka tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menyukai olahraga tersebut. Orang tua menjadi pemicu utama ketertarikan mereka pada bola basket.

"Aku sama Darrel ini dari awal basketnya bareng terus. Semuanya sih gara-gara papi yang juga suka basket akhirnya kita penasaran buat coba dan akhirnya keterusan sampai sekarang," cerita Darren.

Identitas kembar dan dinamika tim

Menjadi saudara kembar memberi dinamika tersendiri di dalam tim. Kemiripan wajah sering membuat guru dan staf kesulitan membedakan mereka, namun di lapangan kedua pemain menunjukkan peran dan kontribusi masing-masing.

Musim terakhir ini bukan hanya soal statistik. Ini soal menutup babak SMA dengan cerita manis, menghormati warisan keluarga, dan memberikan kenangan terbaik bagi sekolah serta diri mereka sendiri.

Keberhasilan Trimulia pada Honda DBL 2026 akan menjadi tolok ukur kerja keras Darrel dan Darren selama tiga musim. Jika target tercapai, mereka tak hanya menutup era SMA dengan gelar, tetapi juga melengkapi jejak keluarga di kompetisi sekolah tersebut.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait