RSCM Pastikan Pasien Keracunan MBG Tak Alami Gangguan Otak
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memastikan seorang pasien asal Sumatera Utara yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengalami gangguan fungsi otak setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh. Pemeriksaan meliputi wawancara, penelusuran riwayat perawatan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan neurologis, dan EEG sehingga pasien dapat kembali beraktivitas sambil menjalani pemulihan.
Hasil pemeriksaan neurologis dan EEG
Dokter spesialis anak dan konsultan neurologi anak Prof. Setyo Handryastuti menyatakan semua pemeriksaan menunjukkan fungsi otak pasien normal. Pemeriksaan dilakukan setelah pasien dirujuk dan dirawat di RSCM.
“Insya Allah saya bisa pastikan tidak ada gangguan fungsi otak pada yang pertama. Jadi ananda bisa aktivitas kembali, ceria kembali,”
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Handry pada konferensi pers di RSCM Jakarta, Rabu, 16 September 2026. Pasien yang dimaksud tiba di RSCM pada 12 September 2026 bersama satu pasien lainnya dari Sumatera Utara.
Rangkaian evaluasi dan perawatan
Kedua pasien tidak memerlukan perawatan intensif dan dirawat di ruang rawat biasa. Evaluasi mencakup pemeriksaan fisik dan penelusuran riwayat perawatan untuk menilai dampak paparan makanan yang diduga menyebabkan gejala.
Selain pemeriksaan neurologis dan EEG, tim medis juga melaksanakan evaluasi psikiatri untuk menilai status mental dan fungsi kognitif pasien selama pemulihan.
Kondisi emosional dan pendampingan psikiatri
Psikiater konsultan anak dan remaja Tjhin Wiguna melaporkan kondisi pasien saat ini cukup baik dan emosinya relatif stabil. Meski begitu, pasien masih mengalami kegelisahan sesekali selama masa pemulihan.
“Kondisinya kita lihat saat ini cukup baik, cukup stabil, emosinya cukup stabil meski kadang-kadang ada kegelisahan. Kami berharap semakin hari bisa semakin stabil,”
Tjhin menegaskan tim medis terus mendampingi pasien untuk memantau dan mengelola kegelisahan. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh agar proses pemulihan berlangsung optimal hingga kondisi benar-benar stabil.
Prognosis dan langkah selanjutnya
Dengan hasil pemeriksaan yang menunjukkan fungsi otak normal, prognosis awal pasien dinilai baik. Pasien dapat kembali beraktivitas secara bertahap sambil tetap dipantau oleh tim medis.
Tim RSCM akan melanjutkan pemantauan klinis dan dukungan psikiatri selama proses pemulihan. Pemantauan ini dimaksudkan untuk memastikan kondisi fisik dan mental pasien membaik secara konsisten hingga stabil.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
JKN Jadi Gotong Royong Raksasa Lindungi 284 Juta Jiwa
JKN disebut sebagai "gotong royong raksasa" untuk melindungi 284 juta jiwa, dibahas dalam Pertemuan Nasional...
Mengenal Kimpul: Umbi Lokal Bernutrisi dan 6 Manfaat Kesehatan
Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) adalah umbi lokal bernutrisi, alternatif singkong/kentang dengan enam manf...
Peserta JKN 284,3 Juta, BPJS Pacu Mutu Fasilitas Kesehatan
Peserta JKN mencapai 284,3 juta jiwa; BPJS Kesehatan mempercepat peningkatan mutu fasilitas dan memberikan S...
Kemenkes Fokus Tiga Perbaikan untuk Reformasi JKN
Kemenkes umumkan tiga perbaikan reformasi JKN: KRIS, rujukan berbasis kompetensi, dan penyesuaian tarif laya...
Muhaimin: Perkuat JKN sebagai Jaring Pengaman Masyarakat
Menko Muhaimin minta penguatan JKN sebagai jaring pengaman agar masyarakat tak jatuh miskin karena sakit; fo...
MRCCC Siloam Sediakan Ruang Jeda bagi Pasien Kanker bersama Oki Rengga
MRCCC Siloam Semanggi menggelar Mini Cinema 14 Sept 2026, menonton 'Agak Laen' bersama Oki Rengga untuk duku...