Buku Pemikiran Susilawati Susmono Diluncurkan Setelah 40 Tahun
Susilawati Susmono, pendiri Yayasan Riyadhatul Ihsan dan Yayasan Tunas Sejati, meluncurkan buku kumpulan pemikirannya pada Rabu, 16 September 2026, di Perpustakaan Nasional, Jakarta. Buku ini disusun oleh Elisa Anggraeni bersama 15 penulis dari Institut Kajian Ilmu Al Qur'an (IKIA) An-Naj Jakarta dan merekam perjalanan berkarya Susilawati selama 40 tahun.
Peluncuran dan konteks acara
Peluncuran berlangsung bersamaan dengan peringatan Hari Kunjung Perpustakaan. Acara digelar di ruang publik Perpustakaan Nasional sehingga pengunjung dapat langsung mengakses karya-karya terkait. Menurut penyelenggara, peluncuran dimaksudkan untuk mendokumentasikan warisan intelektual yang bisa dinikmati generasi mendatang.
Kumpulan karya: jumlah dan jenis
Dokumentasi awal menuliskan 8.110 karya sebagai basis buku. Hingga pencatatan terbaru jumlah karya berkembang menjadi 8.211 judul selama empat dekade. Karya itu meliputi buku, metodologi, kurikulum, sastra, manuskrip serat, lagu, lukisan, serta pengembangan museum dan galeri.
Pesan Susilawati untuk generasi bangsa
Susilawati menegaskan tujuan pendokumentasian. Ia ingin memerdekakan buah pikirnya agar memberi manfaat bagi bangsa. Ia juga mengajak generasi muda untuk turut menyumbangkan pikiran dan menyertakan nurani dalam setiap tindakan.
"Kalau sudah berbuat pesan saya ini intinya ini ada nyatanya, kalau karya ini bentuk nyata, kalau saya nulis itu mencoret-coret ini jadi buku langsung. Jadi serat langsung jadi manuskrip, jadi langsung terdokumentasi dengan baik dan tidak sungkan untuk dipublikasikan,"
Respons Perpustakaan Nasional dan pengamat
Perpustakaan Nasional menyatakan bangga dapat merawat karya-karya Susilawati. Saat ini tercatat 162 judul karya beliau yang tersedia di koleksi Perpustakaan Nasional untuk dibaca publik.
"Perpustakaan Nasional, kami bangga menjadi bagian kecil dari perjalanan besar hari ini. Saat ini, kami merawat dan menyertakan 162 judul karya beliau. Ada di tempat kami, di Perpustakaan Nasional,"
Pengamat seni dan museum juga memberi penilaian positif. Ketua Asosiasi Museum DKI Jakarta, Paramita Jaya, mengapresiasi keluasan output kreatif Susilawati. Ia menyoroti tiga bentuk keluaran utama yang dihasilkan, termasuk lukisan dan motif batik yang sarat narasi.
"Saya hadir dan mengamati karyanya yang luar biasa, 40 tahun berkarya dan ada tiga output bentuk yang sudah dihasilkan yaitu pertama lukisan. Lukisan itu tidak berpengarahan pada soal visual dan itu ada narasinya termasuk batik yang ada motif-motif,"
Penutup: makna dan kelanjutan
Buku yang diterbitkan oleh Yayasan Riyadhatul Ihsan mendokumentasikan empat dekade karya Susilawati bersama pendamping hidupnya, H.R. Susmono. Peluncuran ini menegaskan upaya menjaga warisan intelektual serta mendorong partisipasi publik dalam menyimpan dan memanfaatkan karya-karya tersebut.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Jooyeon Xdinary Heroes Hiatus Sementara karena Influenza
Jooyeon Xdinary Heroes menjalani hiatus sementara setelah didiagnosis influenza tipe A pada 14 September 202...
Jung Chaeyeon dan Jung Gun Joo Bintangi Drakor Horor M: Reboot
Drama remake M: Reboot tampilkan sesi pembacaan naskah; Jung Chaeyeon memainkan tiga peran dan Jung Gun Joo...
Sinopsis Drakor 'A Love Other Than Yours' — Tayang di Prime Video
Serial melodrama Korea 'A Love Other Than Yours' tayang di Prime Video, mengikuti pasangan 10 tahun yang diu...
Hwang Minhyun Dikabarkan Jadi Kandidat Pemeran Utama Iseop’s Romance
Hwang Minhyun dikabarkan ditawari peran utama dalam drama Iseop’s Romance setelah terjadi perubahan jadwal p...
Jung Chaeyeon Main Tiga Peran di Drama Horor 'M: Reboot'
Jung Chaeyeon memerankan tiga karakter dalam drama horor 'M: Reboot', remake M yang tayang di TVING pada 202...
THE BOYZ Resmi Dikelola 78 RECORDS, Aktivitas Grup Jadi Eksklusif
THE BOYZ kini dikelola eksklusif oleh 78 RECORDS sejak 14 September 2026; aktivitas grup dan personal diatur...