NASA Pulihkan Stasiun Guam, Komunikasi Antariksa Kembali Utuh
NASA telah menyelesaikan pemulihan Guam Remote Station yang rusak parah akibat Topan Super Mawar pada 24 Mei 2023. Pada 17 September 2026, agen antariksa itu mengumumkan seluruh sistem stasiun kembali beroperasi, sehingga jaringan komunikasi antariksa kembali utuh.
Peran Stasiun Guam dalam jaringan komunikasi
Guam Remote Station adalah salah satu komponen penting jaringan komunikasi NASA. Stasiun ini mendukung Tracking and Data Relay Satellites (TDRS) dan menjadi bagian dari Near Space Network. Fungsinya menjaga hubungan antara wahana di orbit rendah Bumi dan pusat kendali di darat.
Kerusakan akibat Topan Mawar dan dampaknya
Topan Super Mawar melanda Guam sebagai badai kategori empat dengan kecepatan angin sekitar 298 km/jam dan curah hujan lebih dari 71 cm. Bencana itu merusak sejumlah infrastruktur stasiun, sehingga terjadi gangguan layanan komunikasi.
- Antena berdiameter 16,5 meter: dua unit hancur
- Antena utara berdiameter 11 meter: rusak
- Gedung Inter Facility Link: hancur
Akibatnya, Zone of Exclusion kembali terbuka untuk pertama kali sejak 1998. Pembukaan zona ini menurunkan cakupan TDRS menjadi sekitar 85 persen dari orbit wahana, sehingga ISS dan wahana lain bisa kehilangan komunikasi hingga 20 menit tiap orbit sekitar 90 menit.
Proses pemulihan dan solusi darurat
NASA melakukan perbaikan darurat segera setelah badai. Sebagai langkah tambahan, pihaknya meminjam dua terminal bergerak dari Angkatan Darat Amerika Serikat untuk menambah cakupan komunikasi sementara.
Pendanaan pemulihan bencana yang disetujui Kongres AS pada 2025 memungkinkan pembangunan kembali fasilitas dengan ketahanan lebih baik terhadap badai serupa. Pekerjaan rekonstruksi berlangsung lebih dari tiga tahun hingga operasi normal pulih sepenuhnya pada September 2026.
Implikasi operasional dan langkah ke depan
Dengan kembalinya operasi Stasiun Guam, Zone of Exclusion ditutup kembali dan layanan TDRS pulih. Pemulihan ini memperkuat ketahanan jaringan komunikasi antariksa NASA terhadap bencana cuaca ekstrem di masa depan.
Ke depan, peningkatan infrastruktur dan rencana darurat yang didanai pada 2025 diharapkan meminimalkan gangguan serupa jika badai besar kembali terjadi.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Lima Installer Indonesia Melaju ke Grand Final ASEAN MCFIT 2026
Lima installer Indonesia terpilih ke Grand Final ASEAN MCFIT Season 2 di Tiongkok setelah Final Nasional di...
WFI Teleskop Roman Diaktifkan, Uji Pencitraan Planet Dimulai
WFI Teleskop Nancy Grace Roman aktifkan kamera 300 MP; pengujian pendinginan dan coronagraph dimulai menuju...
MODENA Rilis Mesin Cuci Pintar Front Load dengan Aplikasi
MODENA meluncurkan dua mesin cuci front load pintar dengan aplikasi SeamlessAI+, EcoDrive Inverter, dan harg...
AI Dorong Efisiensi Layanan Kesehatan di Indonesia
Laporan Future Health Index 2026 mencatat AI meningkatkan efisiensi alur kerja, mempercepat diagnosis, dan m...
BRIN Dorong Agribisnis di Lahan Bekas Tambang lewat Agro Techno Park
BRIN mendorong pemanfaatan lahan bekas tambang jadi kawasan agribisnis produktif lewat konsep Agro Techno Pa...
Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth
Telkom Solution meraih penghargaan "Business Impact & Industry Growth" dari KGI atas kontribusi solusi digit...