KONI Ajak Delegasi Timor Leste Terbang Paralayang di Sky Lancing
KONI Pusat mengajak delegasi Timor Leste mencoba paralayang tandem di Sky Lancing, Rabu, 16 September 2026. Kegiatan terbang dari ketinggian sekitar 180 meter ini dimaksudkan untuk mempromosikan konsep wisata olahraga dan menjadi bagian persiapan menuju PON XXII/2028.
Kegiatan dan tujuan
Agenda itu diselenggarakan oleh KONI Pusat bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) dan Universidade Nacional Timor Lorosa'e (UNTL). Peserta melakukan penerbangan tandem dengan pilot berlisensi dari titik lepas landas di kawasan Dusun Lancing.
Menurut KONI, kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan potensi lokasi sebagai destinasi wisata olahraga sekaligus mempererat hubungan bilateral melalui olahraga.
KONI Pusat melihat bahwa olahraga bukan sekadar kegiatan fisik yang berhubungan dengan prestasi. Kini kami mengembangkan Sport Diplomacy dengan Timor Leste, bahwa melalui olahraga kita dapat mempererat hubungan antar negara,
Pengalaman atlet dan delegasi
Atlet paralayang dari Jawa Barat, Jabi, menceritakan bagaimana ia mengendalikan rasa takut saat terbang. Panorama perbukitan yang memanjang ke arah barat menjadi latar saat penerbangan berlangsung.
Jujur sebenarnya rasa takut itu ada. Cuma terkontrol. Karena mungkin kita sudah terbiasa, jadi rasa takut itu hilang dengan sendirinya. Kita lebih bisa mengendalikan,
Atlet asal Nusa Tenggara Barat, Yara, menjelaskan proses dirinya bergabung dan ikut seleksi atlet baru yang digelar di lokasi.
Saya tahu info dari teman-teman. Kebetulan di sini sedang mencari atlet, dan saya juga tertarik, jadi ikut,
Anggota delegasi UNTL, Elvina Fernandes, membagikan kesan pertama terbang tandem dengan pendampingan profesional.
Pertama kali takut, rasa takut itu ada. Tapi pas sudah naik, senang. Sudah tidak ada rasa takut lagi,
Dampak untuk persiapan PON dan pengembangan talenta
Kegiatan ini tidak sekadar rekreasi. KONI memandang Sky Lancing dan kawasan sekitarnya sebagai lokasi potensial untuk pencarian atlet paralayang menjelang PON XXII/2028 yang akan digelar di dua provinsi. Partisipasi universitas dari kedua negara juga membuka ruang kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya manusia.
Dengan memperkenalkan konsep wisata olahraga, penyelenggara berharap dapat meningkatkan kunjungan sekaligus menemukan bibit atlet baru. Pendekatan ini juga menjadi contoh implementasi sport diplomacy sebagai alat memperkuat hubungan antarnegara di tingkat olahraga dan pendidikan.
Ke depan, KONI akan melanjutkan program serupa untuk memperluas jaringan regional dan mempersiapkan kontingen PON. Langkah ini dinilai penting untuk menggabungkan pengembangan prestasi serta potensi pariwisata olahraga.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Panama Lolos Perempat Final Copa America 2024 usai Tumbangkan Bolivia
Panama melaju ke perempat final Copa America 2024 usai menaklukkan Bolivia 3-1; gol Fajardo, Guerrero, dan Y...
Uruguay Hentikan AS 1-0 dan Melaju ke Perempat Final Copa America
Uruguay menang 1-0 atas AS di Arrowhead dan melaju ke babak delapan besar Copa America lewat gol Mathias Oli...
Goran Paulic Resmi Tinggalkan Persib
Goran Paulic, asisten pelatih asal Kroasia, mengakhiri kerja sama dengan Persib pada 2 Juli 2024 menjelang L...
Kapolresta Bandung Cup: Puluhan Tim U-16 Berlaga di Jalak Harupat
Puluhan tim U-16 bersaing di Kapolresta Bandung Cup (2-5 Juli 2024) di Sor Si Jalak Harupat sebagai wadah pe...
Arsan Makarin Resmi Tinggalkan PERSIB Jelang Liga 1 2024/2025
PERSIB dan Arsan Makarin sepakat berpisah setelah dua musim; Arsan tampil 13 kali saat PERSIB jadi juara dan...
Atlet China Zhang Zhi Jie Meninggal saat Bertanding di AJC 2024
Atlet China Zhang Zhi Jie meninggal saat bertanding di BNI Badminton Asia Junior Championship 2024 di Yogyak...