Olahraga

Dragon Boat Indonesia Waspadai 6 Negara di Kejuaraan Dunia

Bagikan:
Tim Dragon Boat Indonesia bersiap hadapi kejuaraan dunia di Tiongkok dengan 20 atlet dan 6 official

Pelatih Mochamad Suryadi menyatakan tim Dragon Boat Indonesia mewaspadai enam negara kuat menjelang dua kejuaraan dunia di Tiongkok. Pernyataan ini disampaikan usai pelepasan timnas oleh PB PODSI di Wisma Elang Laut, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 14 September 2026. Persiapan intens dilakukan melalui catatan waktu latihan dan adaptasi lokasi lomba.

Negara yang Diwaspadai

Suryadi menyoroti enam lawan utama yang diprediksi kompetitif pada ajang internasional tersebut. Keenam negara itu memiliki pengalaman dan prestasi di nomor dragon boat.

  • Tiongkok
  • Thailand
  • Taiwan
  • Amerika Serikat
  • Kanada
  • Ukraina

"Tiongkok, Thailand, Taiwan, Amerika Serikat, Kanada, dan Ukraina menjadi lawan yang harus kita waspadai," ujar Suryadi.

Ia menambahkan bahwa Tiongkok punya pengalaman panjang di cabang perahu naga, sementara Thailand masih kuat setelah meraih medali perak pada SEA Games 2025.

"Kita tahu Ukraina di Eropa cukup mendominasi. Mereka menjadi salah satu lawan berat," tambah Suryadi.

Strategi Persiapan Tim

Tim Indonesia menjaga performa dengan mencatat waktu latihan secara berkala. Data catatan waktu itu dipakai untuk memantau perkembangan kemampuan atlet dari sesi ke sesi.

Selain aspek fisik, tim juga mempelajari karakter lokasi lomba. Kedua arena kompetisi memiliki karakter perairan mirip danau, sehingga adaptasi menjadi bagian penting dalam persiapan.

Komposisi dan Jadwal

Kontingen Dragon Boat Indonesia terdiri dari 20 atlet dan 6 official. Rombongan dijadwalkan berangkat pada 23 September 2026 dan mengikuti rangkaian pertandingan hingga 4 Oktober 2026.

Agenda internasional yang akan diikuti adalah ICF DBR World Cup di Yuanling, Haihua, Tiongkok, pada 25-27 September 2026, serta ICF DBR World Championships di Hangzhou, Tiongkok, pada 30 September-3 Oktober 2026.

Harapan dan Tantangan

Dengan lawan-lawan berpengalaman, tantangan di level dunia diprediksi berat. Namun manajemen tim berharap persiapan teknis dan adaptasi kondisi air dapat membantu atlet bersaing di level internasional.

Pendekatan berbasis data latihan dan simulasi kondisi lomba menjadi fokus tim untuk menghadapi rangkaian kejuaraan tersebut.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait