Dejan–Felisha Bidik Prestasi di Debut Tur Eropa
Dejan Ferdinansyah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu resmi menjalani debut sebagai pasangan ganda campuran dan langsung mematok target prestasi saat tur Eropa. Keduanya mengatakan siap beradaptasi untuk kembali bersaing di level tertinggi.
Adaptasi pasangan baru
Dejan dan Felisha mulai dipasangkan setelah Nova Widianto mengambil alih pembinaan ganda campuran di Pelatnas PBSI. Proses penyesuaian pola permainan, komunikasi, dan kebiasaan di lapangan menjadi fokus utama latihan mereka.
Dejan menyadari bahwa butuh waktu untuk menemukan ritme bermain yang pas. Ia juga menilai lawan dan turnamen tingkat atas mengharuskan konsistensi emosi dan kontrol diri.
"Namanya pasangan baru, pasti ada proses adaptasi. Kami sedang berproses nyamannya seperti apa, main seperti apa, dan cara komunikasi seperti apa," ujar Dejan saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.
Dejan menambahkan bahwa Felisha menunjukkan kemampuan mengendalikan diri yang baik di lapangan. Menurutnya, itu bisa menjadi modal penting untuk bersaing di level atas.
"Menurut saya, dia (Felisha) kontrol dirinya bagus di lapangan. Itu bisa menjadi modal untuk bersaing di level atas," kata Dejan.
Riwayat pasangan dan ekspektasi
Perubahan pasangan bukan hal baru bagi Dejan sejak bergabung di Pelatnas pada Januari 2025. Dalam kurun waktu tersebut, ia tercatat sudah beberapa kali mengalami pergantian rekan di sektor ganda campuran.
- Siti Fadia Silva Ramadhanti
- Bernadine Anindya Wardana
- Apriyani Rahayu
Dejan berharap duet bersama Felisha bisa bertahan lebih lama dan membawa pencapaian yang lebih baik.
"Saya juga memiliki ekspektasi tinggi dan semoga bisa kembali bersaing di level top elit. Harapannya prestasinya jauh lebih baik dari sebelumnya, kalau prestasinya bagus, pasti bertahan lebih lama," ujarnya.
Target dan jadwal tur Eropa
Felisha mengaku bersemangat kembali tampil setelah absen dari beberapa turnamen BWF. Ia menyebut tidak sekadar lapar pertandingan, melainkan "lapar juara".
"Saya sudah lapar, lapar juara, bukan lapar pertandingan," kata Felisha.
Dejan menyambut antusiasme rekannya dan menegaskan bahwa target utama adalah mengejar prestasi. Mereka dijadwalkan membuka tur Eropa di beberapa turnamen internasional.
Jadwal yang tercatat antara lain Denmark Open 2026 pada 13-18 Oktober 2028, kemudian melanjutkan ke French Open 2026 yang berlangsung pada 20-25 Oktober 2026.
Implikasi dan prospek
Pasangan baru ini masih membutuhkan waktu untuk menemukan kombinasi permainan yang paling efektif. Namun, modal kontrol diri dan ambisi juara memberi sinyal positif untuk peluang mereka di turnamen mendatang.
Perjalanan di tur Eropa akan menjadi tolok ukur awal kemampuan adaptasi Dejan dan Felisha sebelum menghadapi rangkaian turnamen selanjutnya.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Tolic: Kunci Persib Bungkam FC Seoul Adalah Kondisi Pemain
Persib taklukkan FC Seoul 1-0 di laga perdana Grup E ACL Two 2026/27 berkat gol cepat Julio Cesar; Tolic sor...
Garudayaksa FC Rekrut Winger Haiti Jayro Jean untuk BRI 2026/27
Garudayaksa FC resmi merekrut winger Haiti Jayro Jean pada 15 September 2026 untuk memperkuat sayap di BRI S...
Gol Cepat Julio Cesar Bawa Persib Kalahkan FC Seoul
Julio Cesar mencetak gol cepat menit kelima membawa Persib menang 1-0 atas FC Seoul di Seoul World Cup Stadi...
AFC Dorong Penguatan Ekosistem Sepak Bola Indonesia
Sekjen AFC mendorong penguatan ekosistem sepak bola Indonesia pada ISS 2026 untuk meningkatkan prestasi dan...
AFC: Indonesia Berpotensi Jadi Kekuatan Baru Sepak Bola Asia
AFC menilai Indonesia berpotensi jadi kekuatan sepak bola Asia dan siap memberi dukungan melalui program tek...
Pelatih 25 Tahun Rindu Jadi Pemain di DBL West Java-East
Azka Fauziansah, 25, melatih SMA Laboratorium UPI di DBL 2026 namun menyesal tak pernah merasakan jadi pemai...