KAI Gunakan 68.501 Bantalan Sintetis untuk Perawatan Rel Ramah Lingkungan
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan perawatan rel ramah lingkungan dengan memanfaatkan bantalan sintetis sebanyak 68.501 batang. Program pengadaan berlangsung bertahap dari 2022 hingga 2026 dan diumumkan pada 16 September 2026. Inovasi ini dipadukan dengan penggunaan peralatan kerja bertenaga baterai untuk mengurangi emisi dan limbah.
Rincian pengadaan bantalan
Pengadaan bantalan sintetis dicatat secara tahunan sejak 2022. Total kumulatif mencapai 68.501 batang setelah serangkaian pengiriman material antara 2022 dan 2026. Material pengganti kayu ini diproduksi untuk memperpanjang usia layanan jalur dan mengurangi frekuensi penggantian.
| Tahun | Jumlah Bantalan (batang) |
|---|---|
| 2022 | 5.656 |
| 2023 | 16.353 |
| 2024 | 15.864 |
| 2025 | 13.789 |
| 2026 | 16.839 |
| Total | 68.501 |
Uji dan keunggulan material
Bantalan sintetis yang digunakan berbahan Fiber Reinforced Foamed Urethane. Material ini wajib melalui serangkaian uji, termasuk uji kekuatan lentur, ketahanan beban, resistansi isolasi, dan ketahanan cuaca. Hasil uji menunjukkan daya tahan tinggi yang dapat menekan frekuensi penggantian dan mengurangi limbah bantalan.
Teknologi dan peralatan ramah lingkungan
Di lapangan, petugas sudah memakai mesin bor, gerinda, lampu penerangan, dan track geometry trolley. KAI juga merencanakan pengadaan peralatan berbasis baterai seperti battery rail saw, rail grinder, dan chain saw. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil pada pekerjaan pemeliharaan.
- Peralatan saat ini: mesin bor, gerinda, lampu, track geometry trolley.
- Peralatan rencana: battery rail saw, rail grinder, chain saw bertenaga baterai.
Pengelolaan lingkungan dan fasilitas
KAI menerapkan pengelolaan lingkungan pada fasilitas perawatan. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dipakai untuk menjaga baku mutu air. Selain itu, Balai Yasa Prasarana berencana memasang panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) fotovoltaik untuk mendukung efisiensi energi.
Di balik perjalanan kereta api yang dinikmati pelanggan, terdapat proses perawatan yang dilakukan berkelanjutan. KAI terus menghadirkan inovasi pada material dan teknologi perawatan agar prasarana tetap andal serta mendukung keberlanjutan lingkungan.
— Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI
Perjalanan kereta api dimulai dari jalur yang terawat. Melalui inovasi material, teknologi perawatan, dan pengelolaan lingkungan, KAI terus menjaga kualitas prasarana agar perjalanan pelanggan semakin aman, nyaman, dan andal.
— Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI
Dampak dan prospek
Penggantian bantalan kayu dengan sintetis dan penggunaan peralatan baterai berpotensi menurunkan jejak lingkungan operasi perkeretaapian. Ke depan, langkah ini diharapkan memperpanjang umur prasarana dan mengurangi biaya pemeliharaan jangka panjang. KAI juga terus mengevaluasi penerapan teknologi hijau pada fasilitas perawatan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...