Ekonomi

Jejak SCS: Bentuk Jalur Kereta Pesisir Utara Jawa

Bagikan:
Peta jalur kereta pesisir utara Jawa yang terkait SCS dan KAI

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengajak publik menelusuri jejak Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) yang membentuk jalur kereta pesisir utara Jawa. Ajakan itu disampaikan menjelang Hari Ulang Tahun KAI ke-81 melalui keterangan resmi pada Rabu, 16 September 2026. Rute yang pernah menghubungkan Semarang dan Cirebon itu penting untuk memahami bagaimana transportasi rel mendukung distribusi komoditas dan perkembangan kota pesisir.

Sejarah SCS dan pembentukan jalur pesisir

SCS adalah perusahaan kereta swasta era Hindia Belanda yang membangun rel sepanjang pantai utara Jawa. Jalur itu membuka konektivitas antarkota pelabuhan dan pusat perdagangan. Catatan KAI menyebut rute kereta pertama di wilayah itu mulai beroperasi dari Semarang menuju Tanggung pada 1867.

KAI menandai tonggak menjelang HUT ke-81

Dalam siaran resmi, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengingatkan peran kereta api dalam perjalanan bangsa. Anne juga menyebutkan tanggal bersejarah saat para pekerja mengambil alih perusahaan dari penguasa Jepang pada 28 September 1945.

"Kereta api memiliki cerita panjang bersama Indonesia. Setiap jalur menyimpan kisah mengenai bagaimana masyarakat bergerak, bagaimana kota berkembang, dan bagaimana aktivitas ekonomi tumbuh mengikuti perjalanan transportasi rel,"

Menurut Anne, catatan ini memberi wawasan tentang bagaimana kereta beradaptasi seiring kebutuhan masyarakat, dari jalur perdagangan hingga layanan modern saat ini.

Dampak ekonomi dan data layanan

Perkembangan kota pesisir tercermin pada fungsi stasiun dan jaringan rel. Kota Pekalongan disebut berkembang sebagai sentra batik, sementara Tegal berperan sebagai pusat industri dan perdagangan. Data operasional memperlihatkan besarnya mobilitas warga.

  • Daerah Operasi 4 Semarang melayani 4.876.088 pelanggan pada Januari—Agustus 2026.
  • Secara keseluruhan, KAI Group melayani 351.602.397 pelanggan pada periode yang sama.

Warisan rel bersejarah

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan pentingnya menjaga jejak sejarah agar generasi mendatang memahami peran rel dalam pembangunan. Ia menyebut contoh warisan seperti rel bergerigi di Ambarawa dan jalur tambang batu bara di Ombilin, Sawahlunto.

"Menjelang 81 tahun perjalanan KAI, berbagai jejak sejarah perkeretaapian menjadi pengingat bahwa kereta api tumbuh bersama perkembangan Indonesia. Dari jalur bersejarah hingga layanan modern saat ini, setiap perjalanan membawa cerita mengenai kota, masyarakat, dan perubahan zaman,"

Melihat masa lalu dan data layanan saat ini, KAI menempatkan sejarah perkeretaapian sebagai bagian penting untuk merencanakan pengembangan jaringan dan layanan di masa depan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait