Olahraga

Mana Iwabuchi & Aya Miyama Bina Pesepakbola Putri Usia Dini di Jakarta

Bagikan:
Mana Iwabuchi dan Aya Miyama bersama peserta coaching clinic di Lapangan KingKong Arena Cijantung

Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dan The Pokemon Company menggelar coaching clinic bertajuk MilkLife Soccer Challenge with Pokemon pada Kamis, 17 September 2026. Kegiatan di Lapangan KingKong Arena, Cijantung, Jakarta Timur menghadirkan dua legenda sepak bola putri Jepang, Mana Iwabuchi dan Aya Miyama, sebagai mentor selama sesi selama 90 menit.

Pelaksanaan acara

Coaching clinic merupakan bagian dari rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 musim 2026–2027. Kegiatan dimulai dengan opening dan warm-up untuk mempersiapkan kondisi fisik peserta. Setelah itu, sesi berlanjut ke latihan teknik dasar dan koordinasi fisik serta simulasi pertandingan.

Materi latihan dan format permainan

Pelatih mengarahkan peserta pada sejumlah drill teknis yang menjadi fondasi permainan. Latihan berjalan intens namun sesuai usia peserta.

  • Ball touch
  • Juggling
  • Gerakan mengecoh dan step work
  • Teknik penyelesaian situasi pertandingan

Setelah materi, peserta dibagi menjadi delapan tim dan bermain di empat lapangan secara bersamaan. Format pertandingan disesuaikan dengan jumlah pemain pada tiap tim untuk memberi kesempatan bermain lebih banyak.

Peran langsung Iwabuchi dan Miyama

Mana Iwabuchi dan Aya Miyama tidak hanya memberi arahan dari tepi lapangan, tetapi juga turun dalam setiap rotasi pertandingan. Kehadiran mereka bertujuan memberi pengalaman bermain langsung dan masukan teknis saat pertandingan berlangsung.

"Dalam sesi kali ini, saya fokus mengajarkan teknik dasar seperti kontrol bola yang presisi dan akurasi tembakan, karena itu adalah kunci utama seorang pesepakbola di level mana pun. Saya melihat mereka sangat semangat, ada power, dan mereka sangat enjoy untuk bermain sepak bola dan saya kira itu sangat bagus,"

"Saya sejak kecil setiap hari memegang bola, Saya main bola, maka dari itu saya bisa sampai di posisi seperti sekarang. Maka saya kira peserta di sini pun jika main bola setiap hari, pegang bola setiap hari. Mereka juga bisa akan menjadi seperti saya,"

Mana, yang pernah bermain untuk Arsenal Women dan memulai karier di Nippon TV Beleza, menekankan pentingnya pondasi teknik sejak usia dini.

Pandangan Aya Miyama

Aya Miyama, mantan kapten timnas Jepang dan tiga kali peraih gelar AFC Womens Player of the Year, menyoroti aspek non-teknis dalam pembentukan pemain muda.

"Secara skill, saya melihat para peserta bisa sangat berkembang ke depannya. Saya pribadi beruntung dapat bermain bola di lingkungan yang sangat support perkembangan saya,"

Aya menambahkan bahwa keberanian belajar dari kesalahan, konsistensi latihan, dan dukungan lingkungan kompetitif seperti turnamen sangat penting. Ia optimistis acara semacam ini dapat mempercepat perkembangan sepak bola putri di Indonesia.

Respons peserta

Peserta menilai pengalaman ini memberi wawasan teknis dan mental baru. Salah satu peserta, Zavinna Latisya Istiana, mengatakan:

"Senang dan bangga sekali bisa main langsung sama pemain legendaris dari Jepang. Kami bisa mendapat pengalaman baru, bisa dapat ilmu baru dari mereka. Selain teknik dasar bermain sepak bola, kami juga diajarkan kerja sama tim. Cara berkomunikasi di lapangan,"

Coaching clinic ini memberi perhatian pada pembentukan pondasi teknis dan pengalaman bermain, yang diharapkan mendorong pembinaan berkelanjutan bagi pesepakbola putri usia dini di Indonesia.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait