IHSG Ditutup Naik 25,59 Poin ke 6.462,43 pada 17 Sept 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada posisi 6.462,43 atau naik 25,59 poin (0,4%) pada penutupan perdagangan Kamis, 17 September 2026 di Bursa Efek Indonesia. Kenaikan ini tercatat setelah pembukaan di level 6.455,03, dipengaruhi sentimen global seperti kebijakan The Fed, pergerakan harga minyak, dan ketegangan geopolitik.
Data Perdagangan Hari Ini
Pergerakan saham didominasi saham naik dengan rincian 384 saham menguat, 244 saham melemah, dan 164 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp13,69 triliun, volume perdagangan sebesar 27,4 miliar lembar, dan frekuensi transaksi tercatat lebih dari 1,84 juta kali.
Pengaruh Kenaikan Suku Bunga The Fed
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pergerakan bursa regional menjadi perhatian investor setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00%. Kebijakan ini dinilai membuka peluang kenaikan suku bunga berikutnya di akhir tahun dan membuat pasar bergerak hati-hati.
"Bursa regional Asia cenderung bergerak mixed yang dipengaruhi sejumlah sentimen. Ini menyusul kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya sudah diprediksi pasar,"
— Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas
Dampak Kebijakan Moneter Global dan Implikasi untuk BI
Menurut Tim Pilarmas, kenaikan suku bunga AS memperbesar kemungkinan suku bunga bertahan pada level tinggi, sehingga menjadi bahan pertimbangan bagi kebijakan moneter global. Hal ini juga memberi tekanan pada Bank Indonesia (BI) dalam menyeimbangkan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi agar modal asing tidak keluar secara massif.
"Ini memberikan sinyal bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga acuannya. Selain itu juga memberikan indikator bagaimana posisi suku bunga acuan yang tinggi dalam waktu lebih lama,"
— Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas
Faktor Geopolitik dan Harga Minyak
Harga minyak dunia turun setelah harapan aliran energi dari Arab Saudi pulih, menyusul pernyataan AS bahwa pipa Timur-Barat dapat kembali beroperasi dalam beberapa hari. Koreksi harga minyak yang sebelumnya melonjak mengurangi kekhawatiran inflasi dan meringankan tekanan pada ekonomi negara-negara pengimpor energi.
Isu Perdagangan dan Ketegangan Politik
Pelaku pasar juga mencermati pembicaraan tingkat tinggi AS–Tiongkok yang digelar pekan ini sebagai persiapan pertemuan puncak antara Donald Trump dan Xi Jinping pada 24 September. Pasar tetap berhati-hati terhadap ketidakpastian tarif, sanksi, serta perkembangan di Taiwan dan kawasan Timur Tengah.
"Posisi BI tentunya menghadapi dilema dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi untuk mendukung pro-stability dan pro-growth. Di sisi lain BI juga harus menjaga modal asing agar tidak keluar secara massif,"
— Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas
Prospek ke Depan
Secara keseluruhan, kombinasi kebijakan moneter global, pergerakan harga minyak, dan dinamika geopolitik akan menjadi penentu arah IHSG dalam beberapa sesi mendatang. Pelaku pasar diperkirakan tetap selektif sambil menunggu perkembangan kebijakan BI dan respons pasar global.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...