Kesehatan

IDAI: Data Rumah Sakit Belum Gambarkan Influenza Nasional

Bagikan:

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Data rumah sakit tidak seragam

Menurut IDAI, karakteristik pasien dan jenis layanan berbeda antarrumah sakit. Perbedaan ini membuat angka influenza yang dilaporkan di masing-masing rumah sakit tidak serta-merta bisa digeneralisasi ke tingkat nasional.

Anggraini menegaskan bahwa data yang dilaporkan ke WHO WPRO hingga 10 September 2026 belum menunjukkan peningkatan jika dibandingkan periode 2025. Hal ini menunjukkan kebutuhan kehati-hatian dalam menafsirkan lonjakan kasus dari laporan rumah sakit tunggal.

Penyebab perbedaan antara daerah perkotaan dan daerah lain

Anggraini menjelaskan, persepsi kenaikan kasus influenza di perkotaan bisa lebih kuat karena akses pemeriksaan di kota besar lebih mudah. Aktivitas berkumpul yang meningkat di lingkungan perkotaan juga memengaruhi deteksi lebih banyak kasus.

“Walaupun di sekolah banyak terdengar kasus flu, kemampuan masyarakat memeriksakan kondisi cukup tinggi di perkotaan. Karena itu, kasus influenza lebih terasa meningkat di wilayah perkotaan,”

Perbedaan pola kunjungan pasien antara rumah sakit rujukan dan RSUD juga turut menyumbang variasi data. Rumah sakit rujukan cenderung menerima kasus yang lebih berat atau terdiagnosis lebih pasti, sementara fasilitas lain mungkin menangani kasus ringan yang tidak selalu tercatat.

Risiko penularan dan pencegahan

IDAI menyoroti faktor lingkungan yang dapat mempercepat penularan influenza. Ventilasi yang buruk di ruang tertutup membuat virus lebih mudah menyebar antarmanusia. Anggraini menyebut sinar matahari dan sirkulasi udara sebagai hal penting untuk menekan risiko penularan.

“Hal-hal yang menutup dan tidak ada sinar matahari masuk justru meningkatkan penularan flu. Sehingga perasaannya flu itu tinggi, dan flu sangat menular,”

Anggraini memberi contoh penyebaran di daycare, di mana interaksi antar-anak mempercepat perluasan kasus. Ia menekankan langkah pencegahan sederhana seperti perbaikan ventilasi, kebersihan tangan, dan anjuran tidak beraktivitas di luar rumah saat sakit.

“Jika influenza meningkat saat kemarau, perbaiki ventilasi ruangan dan tingkatkan kebersihan tangan. Orang sakit sebaiknya tidak masuk sekolah maupun kantor untuk mencegah penyebaran,”

Dengan kondisi data yang beragam antarrumah sakit, IDAI mendorong pemantauan lebih luas dan tindakan pencegahan berbasis lingkungan untuk meredam potensi peningkatan kasus influenza di masa mendatang.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait