IDAI: Anak dengan Influenza A Perlu Diberi Cairan Lebih Sering
Ketua IDAI Jawa Barat, Anggraini Alam, mengimbau orang tua memberi cairan lebih sering kepada anak yang terinfeksi influenza A karena biasanya nafsu makan dan minum menurun. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Sabtu, 19 September 2026, untuk mencegah dehidrasi dan membantu pemulihan.
Cairan yang disarankan
Anggraini menekankan air putih sebagai pilihan utama. Namun ia menambahkan cairan berasa juga berguna karena anak yang sakit memerlukan gula dan elektrolit tambahan.
"Air putih sangat-sangat bagus, lebih bagus lagi bilamana berasa. Karena namanya anak-anak sedang sakit, dia tidak hanya membutuhkan air tetapi juga gula dan garam-garam di dalam tubuh,"
Ia menjelaskan cairan berasa tidak harus berupa minuman kemasan. Pilihan rumah tangga yang mudah tersedia bisa diberikan asalkan kebersihannya terjaga.
- Air sop atau kaldu
- Air soto atau kuah sayur
- Air gula (larutan gula garam sederhana)
- Air kelapa muda
Memantau kecukupan cairan
Orang tua dapat memantau kecukupan cairan lewat frekuensi buang air kecil. Jika frekuensi buang air kecil tetap baik, ini menandakan asupan cairan mencukupi selama sakit.
Untuk bayi yang masih mendapat ASI, Anggraini menyarankan menyusui lebih sering dan tetap mengecek output urin sebagai tolok ukur hidrasi.
Nutrisi tambahan dan tekstur makanan
Selain cairan, penambahan zinc dan vitamin C bisa membantu infeksi saluran napas. Anggraini mengingatkan bahwa sumber zinc juga terdapat di makanan sehari-hari seperti telur dan daging.
"Bagus sekali, untuk infeksi saluran napas, bahkan WHO silakan saja juga menambahkan dengan zinc, dengan vitamin C. Walaupun kita tahu betul ya, di makanan pun di telur, daging-dagingan, itu semua makanan-makanan kita ada zinc-nya, penambahan silakan,"
Ketika nafsu makan menurun, berikan porsi lebih sering dengan tekstur yang lebih lembut. Contoh yang direkomendasikan adalah sup atau soto agar anak lebih mudah menelan dan mendapatkan nutrisi.
Penanganan mandiri dan kapan ke dokter
Penanganan awal yang aman di rumah meliputi pemberian cairan cukup dan antipiretik yang dianjurkan, yaitu parasetamol, untuk menurunkan demam. Namun orang tua harus terus mengamati perilaku dan tanda-tanda peringatan.
Anggraini menekankan anak perlu dibawa ke fasilitas kesehatan jika demam terus berlanjut meski sudah diberi parasetamol, atau jika muncul tanda bahaya yang memerlukan penanganan darurat.
Secara ringkas, pengawasan hidrasi, pemberian cairan sesuai kondisi, dan pemantauan ketat terhadap demam serta output urin menjadi kunci perawatan anak dengan influenza A di rumah.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Kasus Influenza Anak Meningkat di Kota Besar, IDAI Ingatkan Risiko
IDAI melaporkan lonjakan kasus influenza anak di kota besar sejak 18 Sept 2026, mendorong perhatian pada kel...
Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi setelah Kandungan Tidak Sesuai
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi per 15 Sept 2026 setelah ditemukan ketidaksesuaian klaim dan k...
6 Cara Mudah Meredakan Nyeri Haid Tanpa Obat
Enam langkah sederhana seperti terapi panas, hidrasi, pijat, dan olahraga ringan dapat membantu meredakan ny...
Tirta Dental Buka Cabang Tebet, Layanan Gigi Terpadu
Tirta Dental membuka cabang di Tebet dengan layanan gigi terpadu, fasilitas modern, tim berpengalaman, serta...
DPR Minta Pembiayaan JKN 2027 Dipastikan Jaga Akses Kelompok Miskin
Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto meminta pemerintah menjamin pembiayaan JKN 2027 agar akses layanan bagi k...
RSCM Pastikan Pasien Keracunan MBG Tak Alami Gangguan Otak
RSCM menyatakan pasien asal Sumatera Utara yang diduga keracunan MBG tidak mengalami gangguan fungsi otak se...