XRISM Saksikan Pulsar 'Menyedot' Angin Bintang BP Crucis
XRISM berhasil mengamati langsung proses di mana pulsar menangkap aliran angin dari bintang raksasa dan memicu semburan sinar-X kuat pada sistem bintang ganda BP Crucis. Pengamatan berlangsung sekitar 16 jam pada 1 Februari 2025 dan hasilnya dipublikasikan mengutip NASA, Sabtu, 19 September 2026.
Siapa dan apa yang dipantau
Sistem BP Crucis terdiri dari bintang raksasa biru Wray 977 dan pulsar bernama GX 301-2. Wray 977 memiliki massa kira-kira 40 kali Matahari dan ukuran sekitar 60 kali Matahari, sehingga menghasilkan angin bintang yang kuat. GX 301-2 adalah bintang neutron bermassa beberapa kali Matahari namun berdiameter hanya sekitar 20 kilometer.
Di mana, kapan, dan bagaimana pengamatan dilakukan
Pengamatan direkam oleh misi XRISM yang dipimpin Jepang bersama NASA. Tim menggunakan instrumen Resolve milik NASA dan JAXA untuk menangkap spektrum sinar-X dengan resolusi tinggi. Data diambil selama ~16 jam pada 1 Februari 2025 saat pulsar bergerak melalui lingkungan plasma dari Wray 977.
Temuan utama: garis absorpsi besi dan aliran plasma
Instrumen Resolve merekam perubahan pada garis emisi dan absorpsi sinar-X. Khususnya, garis absorpsi dari besi yang sangat terionisasi memberi petunjuk tentang kecepatan dan arah aliran plasma di sekitar pulsar.
Analisis menunjukkan bahwa gravitasi pulsar membuat aliran plasma menjadi lebih padat saat pulsar melintasinya. Sebagian materi kemudian tertangkap oleh pulsar dan memicu semburan sinar-X kuat, terutama saat pulsar berada paling dekat dengan bintang utama.
Mengapa fenomena ini penting
Fenomena ini membantu menjelaskan mekanisme semburan sinar-X berkala pada beberapa sistem bintang ganda. BP Crucis berevolusi pada orbit 41,5 hari dan mengalami dua puncak semburan tiap periode orbit. Pulsar sendiri berputar setiap 11 menit, memancarkan sinar-X yang dapat dideteksi ke Bumi.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Data resolusi tinggi dari XRISM membuka peluang untuk memetakan struktur aliran plasma di sekitar objek kompak. Hasil ini akan diuji ulang dengan pengamatan tambahan untuk mengonfirmasi variasi kecepatan dan kepadatan plasma sepanjang orbit.
Pengamatan BP Crucis oleh XRISM memperkuat peranan misi sinar-X modern dalam memahami interaksi dinamis antara bintang raksasa dan objek kompak di langit galaksi.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Indonesia Butuh Verifikasi Identitas dan Perlindungan Data yang Kuat
Ahli mendesak penguatan verifikasi identitas dan perlindungan data pribadi seiring layanan publik beralih ke...
iPhone 18 Pro, Pro Max dan Duo Kantongi 40% TKDN
Tiga model iPhone — 18 Pro, 18 Pro Max, dan iPhone Duo — tercatat memiliki 40% TKDN, langkah awal menuju pen...
Evaluasi Pemerintah: Roblox Paling Progresif Lindungi Anak, X dan Meta Kritis
Pemerintah nilai kemajuan perlindungan anak di platform digital tak merata; Roblox paling progresif, X dan M...
IHCBS 2026 Dorong AI Berpusat pada Manusia untuk Produktivitas
IHCBS 2026 di Tangerang menekankan kebijakan dan praktik AI berpusat pada manusia untuk meningkatkan produkt...
BRIN Pantau Anak Krakatau: Tidak Ditemukan Potensi Tsunami
BRIN: peningkatan aktivitas Anak Krakatau awal Sept 2026 belum memicu anomali muka air yang menunjukkan pote...
Astronom Temukan Elias 2-24 b, Planet 'Bayi' Usia < 1 Juta Tahun
Tim astronom mengonfirmasi Elias 2-24 b, planet termuda (