Peran BUMN Minerba Perlu Diperkuat, Setoran Negara Belum Optimal
Pemerintah diminta memperkuat penguasaan negara dan optimalisasi BUMN di sektor mineral dan batubara, karena potensi kekayaan minerba Indonesia yang mencapai sekitar USD4 triliun belum tercermin pada penerimaan negara. Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi publik terkait implementasi Pasal 33 UUD 1945 di Universitas Paramadina.
Penguasaan BUMN masih relatif kecil
Menurut narasumber, Indonesia masuk 10 besar dunia dari sisi cadangan dan produksi untuk enam komoditas penting: nikel, timah, bauksit, emas, batu bara, dan tembaga. Cadangan tersebut diperkirakan dapat bertahan puluhan tahun dan menjadi modal ekonomi nasional.
Namun, porsi produksi yang dikuasai badan usaha milik negara belum proporsional. BUMN di bawah holding pertambangan MIND ID justru mencatat kontribusi relatif kecil dibanding swasta. Faktor utama adalah minimnya penambahan cadangan baru yang dikelola BUMN.
"Semua Undang-Undang Minerba mengutamakan BUMN, tapi faktanya seperti ini, apa yang terjadi? Ya, karena penambahan cadangannya dari BUMN hampir tidak ada. Tidak mendapatkan lagi tambang-tambang baru,"
Data kontribusi per komoditas
Rinciannya menunjukkan perbedaan nyata antara kepemilikan dan produksi BUMN dengan total nasional. Berikut gambaran kontribusi beberapa perusahaan BUMN pada produksi nasional:
| Komoditas | Perusahaan BUMN | Kontribusi terhadap produksi nasional |
|---|---|---|
| Emas | PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) | ~0,83% |
| Nikel | PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) | ~5,97% |
| Bauksit | ANTM | ~28,28% |
| Batu bara | PT Bukit Asam Tbk (PTBA) | ~5,16% |
| Timah | Penguasaan negara | Turun dari hampir 100% menjadi ~48% |
Permintaan dukungan kementerian
Melihat ketimpangan itu, disarankan ada intervensi pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait. Tujuannya memberi akses sumber daya baru kepada perusahaan tambang negara sehingga produksi bisa naik dan nilai tambah nasional meningkat.
"Seharusnya pemerintah membantu melalui kementerian SDM. Melalui Jajan Miner, Pak, untuk memberikan fasilitas kepada mereka (BUMN Pertambangan),"
Implikasi terhadap penerimaan negara
Besarnya kekayaan minerba yang mencapai sekitar USD4 triliun dinilai belum tercermin dalam penerimaan negara. Kesenjangan ini mengingatkan pentingnya implementasi prinsip kedaulatan ekonomi sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945.
"Karena di dalam Pasal 33 UUD 1945 itu, kan ada paham kedaulatan Indonesia, yaitu kedaulatan rakyat. Nah, ini yang seharusnya digaungkan, bagaimana kita harus mengimplementasikan Pasal 33 Ayat UUD 1945 ini,"
Penguatan peran BUMN di sektor minerba dinilai sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan penerimaan negara, menambah nilai tambah industri domestik, dan memastikan pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...