IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,33 persen ke level 6.441,15 pada akhir perdagangan Jumat, 18 September 2026. Pelemahan terjadi meski pembukaan berada di zona hijau, dipengaruhi oleh sentimen kebijakan moneter global dan ketidakpastian geopolitik.
Pergerakan pasar dan data transaksi
IHSG bergerak fluktuatif sepanjang hari. Indeks sempat mencapai posisi tertinggi di 6.521 dan terendah di 6.419 sebelum akhirnya menutup di level 6.441,15.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup padat. Volume transaksi mencapai 32,60 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp19,2 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sekitar 1,9 juta kali transaksi.
Sektor saham: mayoritas terkoreksi
Hampir semua indeks sektoral mengalami koreksi pada penutupan hari ini. Sektor industrial mencatat penurunan terdalam sebesar 1,64%. Satu-satunya sektor yang berhasil menguat adalah teknologi, naik 0,27%.
Pengaruh kebijakan moneter global
Dari eksternal, kenaikan suku bunga menjadi katalis penting. Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 1,25%. Langkah ini mengikuti langkah The Fed yang sebelumnya menaikkan suku bunga 25 bps ke kisaran 3,75–4,00%.
Analisis pasar menilai kenaikan suku bunga global memberi sinyal pengetatan moneter yang dapat menekan sentimen pasar saham domestik.
"Hal ini menegaskan tren pengetatan moneter global di tengah risiko inflasi yang masih tinggi," kata Tim Phintraco dalam analisisnya, Jumat, 18 September 2026.
Sentimen geopolitik dan prospek
Pasar juga mencermati rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang dijadwalkan minggu depan. Harapan pasar adalah pertemuan tersebut memberi sinyal perbaikan hubungan antara dua kekuatan ekonomi dunia.
Meski demikian, analis dari Pilarmas menilai pelaku pasar masih berhati-hati. Mereka menyoroti berbagai risiko yang bisa menahan reli pasar.
"Karena hingga saat ini sentimen masih dibayangi oleh ketidakpastian seputar sanksi, tarif, serta konflik geopolitik yang sensitif," kata tim Pilarmas dalam risetnya.
Secara keseluruhan, IHSG menutup perdagangan dengan catatan koreksi pada akhir minggu. Investor kini akan mengamati perkembangan kebijakan moneter global dan hasil pertemuan bilateral tingkat tinggi yang berpotensi mengubah sentimen pasar dalam beberapa hari mendatang.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
APBN Agustus 2026 Tetap Kuat, Defisit Rp240,1 Triliun
APBN hingga Agustus 2026 tetap kuat; defisit Rp240,1 triliun atau 0,93% PDB, pendapatan Rp2.055,6 triliun da...
Kementerian UMKM Perluas Pasar Melalui Landing Page UMKM Sumatra Bangkit
Kementerian UMKM bersama platform digital luncurkan landing page UMKM Sumatra Bangkit untuk memperluas pasar...
Harga Emas Pegadaian Naik Rp28.000 per Gram (18 Sept 2026)
Pegadaian menaikkan harga emas Galeri24 dan UBS Rp28.000 per gram pada 18 September 2026; perinciannya terma...
IHSG Melemah 22,69 Poin, Ditutup di 6.439,75 pada Sesi I
IHSG melemah 22,69 poin ke level 6.439,75 pada sesi I (18 Sep 2026) di tengah sorotan revisi batas defisit A...
Harga Emas Antam Naik Dua Hari, 1 Gram Rp2.623.000
Harga emas Antam naik Rp25.000 per gram pada 18 Sep 2026; 1 gram Rp2.623.000, buyback Rp2.458.000. Daftar le...
RAI Perkuat Hilirisasi, Olah 2 Juta Kelapa per Hari Mulai 2027
PT RAI mendatangkan mesin baru untuk meningkatkan kapasitas olah kelapa jadi lebih dari 2 juta butir per har...