Wisata Domestik Dorong Pemulihan Pariwisata Indonesia 2026
Jakarta. Lonjakan perjalanan wisatawan domestik pada Mei dan periode Januari–Mei 2026 mendorong pemulihan sektor pariwisata Indonesia, namun analis mengingatkan bahwa pemulihan berkelanjutan bergantung pada kenaikan kunjungan internasional.
Lonjakan wisatawan domestik
Data Kementerian Pariwisata menunjukkan perjalanan wisatawan domestik mencapai 106,16 juta pada Mei, naik 8,69% dari 97,67 juta tahun sebelumnya. Pada periode Januari–Mei 2026 total perjalanan domestik tercatat 523,22 juta, meningkat 2,86% dibandingkan periode sama tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh libur nasional dan periode liburan panjang yang mendorong mobilitas warga.
Ketua Indonesia Travel Agent Association (ASTINDO), Pauline Suharno, menilai musim liburan sekolah dan musim panas masih menopang pergerakan wisatawan domestik dan outbound. Ia menyatakan bahwa wisatawan domestik memainkan peran penting ketika kondisi global tidak menentu.
"Lebih banyak tarif udara yang terjangkau, transportasi publik yang lebih baik, dan peningkatan infrastruktur pariwisata akan membuat wisatawan domestik berperan lebih besar dalam menopang industri selama ketidakpastian geopolitik,"
Pauline juga menambahkan bahwa pelemahan rupiah dapat membuat Indonesia menjadi tujuan lebih menarik bagi wisatawan mancanegara, tetapi peningkatan fasilitas, kualitas layanan, dan profesionalisme tenaga kerja tetap diperlukan untuk menarik pengunjung berpengeluaran tinggi.
Kedatangan wisatawan mancanegara
Kedatangan internasional terus pulih meski lebih moderat. Pada Mei tercatat 1,38 juta wisatawan mancanegara, naik 5,83% secara tahunan. Akumulasi Januari–Mei mencapai 6,07 juta pengunjung, meningkat 7,68% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan didorong terutama oleh pengunjung dari kawasan Asia Tenggara, disusul peningkatan dari Timur Tengah, Asia selain kawasan utama, Oseania, Afrika, dan Amerika. Sebaliknya, pasar Eropa masih menurun 5,91% karena ketidakpastian geopolitik.
Dampak terhadap okupansi hotel dan ekonomi
Deputi Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mencatat pemulihan juga tercermin pada sektor perhotelan. Tingkat hunian hotel berbintang naik menjadi 50,76% pada Mei dari 48,28% tahun sebelumnya. Rata-rata Januari–Mei naik menjadi 46,99% dari 44,85% pada periode yang sama tahun lalu.
"Kenaikan okupansi hotel adalah sinyal positif karena mencerminkan aktivitas wisata yang lebih kuat, peningkatan pendapatan usaha, penciptaan lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi yang lebih luas di destinasi pariwisata,"
Tantangan dan arah kebijakan
Analisis Azril Azhari menunjukkan pemulihan kuat pada 2024–2025, tetapi momentum melambat tahun ini akibat ketegangan di Timur Tengah, kenaikan biaya bahan bakar aviasi, pelemahan rupiah, dan melemahnya belanja konsumen.
"Kenaikan wisata domestik membantu meredam perlambatan, tetapi hanya sementara,"
Azril menekankan bahwa pemulihan yang bergantung pada pasar domestik tidak cukup berkelanjutan karena wisatawan asing memberi kontribusi lebih besar terhadap pendapatan devisa dan nilai tambah lokal. Ia merekomendasikan evaluasi kinerja pariwisata dengan indikator seperti lama tinggal rata-rata, pengeluaran per wisatawan, kontribusi terhadap GDP, dan efek multiplier ekonomi.
Menanggapi kondisi ini, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa wisata domestik tetap menjadi motor utama pemulihan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah akan terus memperkuat promosi, fasilitas, dan layanan untuk mempercepat kembalinya wisatawan internasional berpengeluaran tinggi.
Dengan kombinasi penguatan infrastruktur, kebijakan tarif, dan peningkatan kualitas layanan, sektor pariwisata diharapkan terus pulih meski tantangan global masih perlu diantisipasi.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Lebih dari 50% Tiket Konser Ye di Jakarta Dibeli Fans Asing
Lebih dari 52% tiket konser Ye di Jakarta ludes dibeli fans luar negeri dalam 24 jam pertama; potensi dorong...
Doulos Hope Tiba di Jakarta: Pameran Buku Terapung Sebulan
Kapal pameran Doulos Hope singgah di Jakarta 16 Sept–11 Okt 2026 dengan lebih dari 2.000 judul; tiket Rp15.0...
Indonesia Dorong Penyebaran Investasi Pariwisata di Luar Jakarta–Bali
Pemerintah mendorong penyebaran investasi pariwisata dari Jakarta dan Bali ke 13 destinasi prioritas dan 10...
Kolintang Minahasa Bawa Diplomasi Budaya Indonesia ke UNESCO Paris
Kolintang Rhythm of Minahasa tampil di UNESCO Paris (27 Sept-3 Okt 2026) untuk misi diplomasi budaya dan mem...
Fadli Zon Umumkan Revitalisasi Galeri Nasional Jakarta
Menbud Fadli Zon mengumumkan Galeri Nasional Jakarta akan direvitalisasi setelah pameran Nasirun pada 12 Sep...
Hari Programmer Sedunia: Sejarah dan Makna 13 September
Hari Programmer diperingati tiap 13 September karena hari ke-256 merepresentasikan satu byte, simbol penting...