Teknologi

Investasi Data Center AI Rp271-404 T, Kapasitas Indonesia Melonjak

Bagikan:

Jakarta. Indonesia menarik investasi data center senilai $15-20 miliar untuk mendukung infrastruktur kecerdasan buatan. Pemerintah menyatakan proyek-proyek dalam pipeline mencapai sekitar 1,3 gigawatt (GW), yang akan lebih dari tiga kali kapasitas saat ini sekitar 580 megawatt (MW).

Rincian investasi dan kapasitas

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kombinasi proyek yang direncanakan menambah kapasitas besar dalam beberapa tahun mendatang. Total investasi untuk pipeline ini diperkirakan mencapai antara $15 miliar sampai $20 miliar atau sekitar Rp271-404 triliun.

Indonesia currently has around 580 MW of operational data center capacity. The additional 1.3 GW that is in the pipeline, including the Batam project, represents investments of around $15 billion to $20 billion,

Proyek Batam dan kemitraan Nvidia-Firmus

Salah satu proyek terbesar adalah kampus AI di Batam. Pengembang utama termasuk perusahaan Australia, Firmus Technologies, bersama operator pusat data berbasis Singapura. Proyek ini akan menjadi kompleks AI berkapasitas 360 MW.

Proyeksi awal menyebut kampus Batam dapat menghasilkan nilai off-take hingga $30 miliar pada enam tahun pertama operasi. Selain itu, rencana penyebaran perangkat keras mencakup sekitar 170.000 unit GPU generasi terbaru yang akan diluncurkan bertahap pada 2027–2028.

Peran perusahaan lokal dan pengembangan SDM

Perusahaan telekomunikasi milik negara akan turut berinvestasi untuk memperkuat ekosistem pusat data domestik. Pemerintah juga menggencarkan pembangunan kapasitas sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Human resources are the key.

Selain itu, Indonesia menjalin kerja sama dengan perusahaan desain semikonduktor Inggris untuk mengintegrasikan sekitar 15.000 insinyur ke dalam ekosistem teknologi upstream. Tujuannya membangun kapabilitas teknis sebelum melakukan langkah hilirisasi di sektor digital.

Situasi pasar dan pertumbuhan fasilitas

Laporan pasar menunjukkan pertumbuhan cepat jumlah fasilitas dan kapasitas operasional. Antara 2024 dan 2025, jumlah pusat data meningkat dan operator baru masuk ke pasar.

Indikator Angka
Kapasitas operasional saat ini ~580 MW
Kapasitas dalam pipeline 1,3 GW
Investasi diperkirakan $15-20 miliar
Batam AI Campus 360 MW, ~170.000 GPU
Jumlah data center (satu sumber) 184 fasilitas di Indonesia

Data lain menunjukkan kapasitas operasional sempat tercatat naik dari 278 MW menjadi 321 MW dalam periode tertentu. Selain itu, sekitar 186 MW sedang dalam tahap konstruksi dan 901 MW masih dalam perencanaan.

Impak dan prospek

Gelombang investasi ini menempatkan Indonesia sebagai calon pusat AI regional. Keunggulan pasar domestik, ketersediaan lahan, dan biaya operasi yang relatif lebih rendah menjadi daya tarik bagi investor internasional.

Sekalipun demikian, keberhasilan transformasi ini bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung dan ketersediaan tenaga ahli. Pemerintah menaruh fokus pada pengembangan talenta agar ekosistem AI nasional tidak hanya mengandalkan fasilitas fisik, tetapi juga kapasitas sumber daya manusia yang memadai.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait