OJK Gelar RGS 2026: Perkuat Tata Kelola Hadapi Risiko Digital
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Risk and Governance Summit (RGS) OJK 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa 14 Juli 2026. Acara ini menekankan penguatan tata kelola dan manajemen risiko untuk menghadapi ancaman siber, penyalahgunaan artificial intelligence (AI), serta ketidakpastian geopolitik dan iklim.
Tata kelola sebagai fondasi pembangunan
Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Issabella Watimena, menyatakan tata kelola yang kuat menjadi kunci mendukung target Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kebijakan yang baik harus diterjemahkan oleh tata kelola agar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan yang baik. Tetapi juga pada tata kelola yang mampu menerjemahkannya menjadi hasil nyata bagi masyarakat,"
Temuan survei GRC dan data BSSN
OJK memaparkan hasil survei terhadap praktisi Governance, Risk, and Compliance (GRC). Survei ini menunjukkan tiga isu utama yang menjadi perhatian industri: perubahan regulasi, ketidakpastian geopolitik, dan dampak perubahan iklim.
Selain itu, OJK merujuk pada data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang mencatat adanya anomali transaksi signifikan di sektor jasa keuangan. Sophia menekankan perlunya tindakan terintegrasi dan kolaboratif untuk merespon lonjakan anomali tersebut.
"Kami melihat dari data BSSN bahwa anomali transaksi cukup signifikan. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama secara terintegrasi dan kolaboratif, serta didukung oleh tata kelola dan akuntabilitas yang kuat,"
Partisipasi luas dan kompetisi inovasi
RGS 2026 menarik antusiasme lebih besar dibandingkan tahun lalu. Peserta luring mencapai ratusan orang, sementara peserta daring melonjak signifikan. Forum dihadiri pembuat kebijakan, regulator, pelaku industri jasa keuangan, akademisi, pelaku UMKM, dan komunitas difabel.
- Pembuat kebijakan dan regulator
- Pelaku industri jasa keuangan
- Akademisi dan peneliti
- Pelaku UMKM dan komunitas difabel
OJK juga kembali menyelenggarakan Innovation Paper Competition dengan tema "Building Digital Trust and Ethical Governance for Indonesia's Future". Kompetisi ini berhasil menghimpun lebih dari seribu karya ilmiah, meningkat sekitar 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Peserta luring | 700–800 orang (perkiraan) |
| Peserta daring | Lebih dari 20.000 orang |
| Karya kompetisi | Lebih dari 1.000 naskah |
Implikasi dan langkah ke depan
RGS 2026 menegaskan bahwa penguatan tata kelola dan kolaborasi lintas-pemangku kepentingan menjadi prioritas untuk mitigasi risiko digital. Ke depan, OJK diharapkan mendorong implementasi kebijakan yang memperkuat akuntabilitas dan integrasi antara regulator dengan pemangku kepentingan industri.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Indodana Fintech Raih Penghargaan Infobank Financial Technology Award 2026
Indodana Fintech meraih predikat Excellent Performance pada Infobank Financial Technology Award 2026 berkat...
IHSG Menguat 0,48% ke 6.548,85 Didukung Kepastian Gubernur BI
IHSG menguat 0,48% ke 6.548,85 pada sesi I 28 Agustus 2026, didukung kepastian calon Gubernur BI dan prospek...
OJK: 7 Inovasi Fintech Lulus Regulatory Sandbox hingga Jul 2026
OJK mencatat tujuh inovasi fintech lulus regulatory sandbox hingga Juli 2026, termasuk tokenisasi dan penerb...
Insentif Mobil Listrik NMC Perkuat Hilirisasi Nikel
Pemerintah siapkan insentif untuk kendaraan listrik berbasis NMC guna percepat hilirisasi nikel dan perkuat...
Rupiah Berbalik Menguat Usai Demo, Tembus Rp17.707
Rupiah menguat 0,21% ke Rp17.707 per dolar AS pada pembukaan Jumat setelah aksi demo di DPR berakhir.
Harga Emas Antam Turun Rp5.000 per Gram, 28 Agustus 2026
Emas Antam melemah Rp5.000/gram pada 28 Agustus 2026; harga 1 gram Rp2.718.000 dan buyback Rp2.578.000.