Ekonomi

Strategi Juliana Damu Atasi Krisis Logistik Nasional

Bagikan:
Juliana Sofia Damu menyampaikan strategi penanganan krisis logistik nasional

Global Vice Chairperson WiLAT Asia Tenggara, Juliana Sofia Damu, mengusulkan langkah strategis untuk memperbaiki distribusi barang nasional agar menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekspor. Pernyataan itu disampaikan pada 14 Juli 2026, dengan fokus pada reformasi regulasi, modernisasi pelabuhan, peningkatan SDM, serta insentif fiskal untuk investasi teknologi hijau.

Biaya logistik dan dampak terhadap ekspor

Juliana menyoroti bahwa tingginya biaya logistik domestik menurunkan daya saing produk lokal di pasar internasional. Kondisi ini menyulitkan produsen untuk bersaing harga dan mempersempit peluang ekspor. Efisiensi rantai pasok dinilai sebagai prioritas yang harus segera ditangani lewat kebijakan dan investasi terarah.

Modernisasi pelabuhan dan teknologi digital

Sebagai solusi konkret, Juliana mendorong penerapan teknologi digital dan otomasi di pelabuhan-pelabuhan utama. Modernisasi ini bertujuan mempercepat proses bongkar muat dan mengurangi dwelling time, sehingga waktu tunggu kapal berkurang signifikan.

Reformasi transportasi intermoda juga diperlukan agar pengiriman antar moda menjadi lebih lancar. Dengan sistem yang terintegrasi, biaya operasional bisa ditekan dan layanan menjadi lebih andal bagi eksportir.

Peningkatan kapasitas SDM dan standar internasional

Juliana menekankan pentingnya standardisasi kompetensi bagi operator logistik. Peningkatan keterampilan dan sertifikasi berskala internasional diperlukan supaya tenaga kerja lokal mampu bersaing dengan pemain asing. Investasi pada pelatihan di sektor logistik menjadi bagian dari agenda peningkatan produktivitas.

Insentif fiskal dan transportasi ramah lingkungan

Untuk mendorong adopsi teknologi hijau, Juliana mengusulkan stimulus fiskal berupa insentif pajak bagi perusahaan logistik yang berinvestasi pada solusi rendah emisi. Kebijakan semacam ini dinilai penting untuk membangun rantai pasok yang berkelanjutan di masa depan.

Kolaborasi antarpemangku kepentingan

Transformasi industri logistik menurut Juliana bergantung pada sinergi antara asosiasi penyedia jasa logistik dan kementerian terkait. Kepastian regulasi dan kebijakan yang konsisten akan menarik lebih banyak investasi ke sektor transportasi barang.

"Tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan justru menjadi peluang besar bagi bisnis transportasi barang. Komitmen kami adalah terus menghubungkan seluruh wilayah Indonesia melalui jalur logistik yang efisien,"

Bagi yang ingin melihat paparan lengkap dan peta jalan transformasi logistik ini, video penuh tersedia di saluran YouTube RRI Pro3. Implementasi rekomendasi tersebut diproyeksikan dapat menurunkan biaya logistik, memperkuat rantai pasok nasional, dan meningkatkan daya saing ekspor ke depan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait