IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Usai Rating S&P
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. Kenaikan terdorong oleh hasil penilaian S&P yang menempatkan outlook Indonesia pada posisi stable, setelah IHSG ditutup naik 1,92 persen ke 6.037,84 pada penutupan Senin.
Sentimen domestik dan aksi investor asing
Meskipun prospek teknikal positif, investor asing masih melakukan aksi jual bersih. Catatan BNI Sekuritas menunjukkan net sell asing mencapai sekitar Rp413 miliar pada hari sebelumnya.
- BBCA
- MAPI
- ASII
- TINS
- DEWA
Penjualan asing menambah tekanan pada beberapa saham blue-chip, namun sentimen rating menjadi katalis yang menjaga aliran modal tetap masuk ke pasar domestik.
"Hari ini IHSG berpotensi naik kembali jika menembus level 6.050 dengan target di 6.150 short term,"
Fanny juga memproyeksikan rentang pergerakan teknikal IHSG. Ia menyebut level support berada di kisaran 5.970-6.000, sedangkan resistansi di kisaran 6.100-6.150.
Dampak hasil rating S&P
Keputusan S&P memberi sinyal stabilitas makro dan fiskal yang dianggap positif bagi pasar modal. Pernyataan ini menjadi katalis utama yang dapat mendorong penguatan indeks jangka pendek.
Sentimen eksternal: kenaikan harga minyak dan pasar global
Pasar global memberikan tekanan. Kenaikan harga minyak dunia setelah kebijakan keamanan maritim AS memicu kekhawatiran inflasi. Fanny mengatakan pengumuman itu meningkatkan risiko pasar global.
"Pengumuman Trump memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi,"
Harga minyak melonjak: WTI naik sekitar 9,4 persen ke USD78 per barel, dan Brent naik sekitar 9,6 persen ke USD83 per barel.
| Indeks | Perubahan |
|---|---|
| S&P 500 (AS) | -0,79% |
| Nasdaq Composite (AS) | -1,55% |
| Dow Jones (AS) | -0,26% |
| Nikkei 225 (Jepang) | -1,9% |
| KOSPI (Korsel) | -0,9% |
| Hang Seng (Hong Kong) | +0,16% |
Di kawasan Asia Pasifik, pergerakan bursa beragam seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan ekspektasi kenaikan suku bunga. Investor juga mengamati pernyataan Ketua The Fed serta data inflasi AS yang akan dirilis.
Prospek dan indikator yang dipantau
Selain level teknikal, pelaku pasar akan memantau rilis data inflasi AS periode Juni dan pernyataan pejabat The Fed yang dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga global. Sentimen eksternal terkait minyak dan geopolitik berpotensi menentukan arah lanjutan IHSG dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi ini membuat pelaku pasar cermat memantau level teknikal dan rilis data global sepanjang pekan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
KA Joglosemarkerto Layani 730.575 Penumpang Semester I 2026
KA Joglosemarkerto melayani 730.575 penumpang pada Semester I 2026, naik 10,29% dengan okupansi tinggi pada...
Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000/L
Pemerintah tetapkan harga khusus BBM Rp15.000/liter untuk nelayan kapal 30–200 GT; selisih Rp3.600/liter dib...
IHSG Tembus 6.037,84 Setelah Menguat 1,92% pada 13 Juli
IHSG menguat 1,92% ke 6.037,84 pada 13 Juli 2026; nilai transaksi Rp12,15 triliun dan 377 saham menguat.
LPDB Perkuat Akses Pembiayaan untuk Koperasi di Harkopnas 79
LPDB Koperasi menegaskan komitmen memperluas akses pembiayaan bagi koperasi pada Puncak Harkopnas ke-79 di J...
Kesalahan Umum Desain Kemasan yang Sering Dilakukan UMKM
Lima kesalahan desain kemasan UMKM yang paling sering terjadi dan cara memperbaikinya agar produk lebih muda...
Kemendag Perkuat Ketahanan Perdagangan lewat Diversifikasi Pasar
Kemendag mendorong diversifikasi pasar ekspor dan kolaborasi pentaheliks untuk memperkuat ketahanan perdagan...