Ekonomi

KA Joglosemarkerto Layani 730.575 Penumpang Semester I 2026

Bagikan:
Kereta Joglosemarkerto beroperasi menghubungkan Solo, Semarang, Tegal, dan Purwokerto

PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan layanan KA Joglosemarkerto melayani 730.575 pelanggan pada Semester I 2026, meningkat 10,29% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Data kinerja angkutan penumpang itu dirilis pada 13 Juli 2026 dan menunjukkan permintaan tinggi pada rute komersial melingkar antarkota di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Kinerja armada dan rute utama

Armada Joglosemarkerto menunjukkan konsistensi permintaan. KA 187 menempati posisi teratas dengan melayani 268.545 pelanggan, sedangkan KA 193 mengikuti dengan 253.411 pelanggan.

Rute kedua layanan tersebut menghubungkan beberapa kota besar di jalur melingkar. Rincian rutenya antara lain:

  • KA 187: Solo Balapan → Semarang Tawang → Tegal → Purwokerto → kembali ke Solo dan Semarang.
  • KA 193: Solo Balapan → Purwokerto → Tegal → Semarang → kembali ke Solo.

Okupansi tinggi dan mekanisme pergantian kursi

Tingkat okupansi menunjukkan penggunaan yang intensif. OKupansi KA 187 tercatat mencapai 255%, sementara KA 193 menyentuh 241%. Angka di atas 100% terjadi karena satu tempat duduk dapat dipesan berulang kali oleh pelanggan berbeda sepanjang perjalanan.

"Joglosemarkerto menjawab kebutuhan perjalanan antarkota yang sangat beragam. Pelanggan dapat menggunakannya untuk bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan usaha, mengunjungi keluarga, memperoleh layanan kesehatan, maupun menikmati destinasi wisata," kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Kontribusi pertumbuhan ekonomi wilayah

KAI mengaitkan lonjakan permintaan dengan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan lintasan. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Kota Surakarta pada 2025 sebesar 5,63%. Selain itu, data BPS Provinsi Jawa Tengah melaporkan kenaikan triwulan I 2026 sebesar 5,89%, sedangkan Daerah Istimewa Yogyakarta tumbuh 5,84%.

Data sektoral turut mendukung pola perjalanan. Kota Semarang mencatat Produk Domestik Regional Bruto sebesar Rp288,05 triliun, sektor perdagangan besar Kota Pekalongan menyumbang 20,76% terhadap PDRB setempat, dan Kabupaten Banyumas mencatat 1.134.470 kunjungan wisatawan nusantara pada awal tahun.

Dampak layanan dan arah pengembangan

KAI menilai keragaman ekonomi di sepanjang lintasan memperkuat relevansi layanan komersial melingkar. Ketersediaan akses antarkota dinilai memperluas pilihan perjalanan bagi masyarakat untuk mengakses pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan destinasi wisata.

"Joglosemarkerto memberi gambaran bahwa layanan yang membaca hubungan antarkota secara tepat dapat membentuk pasar perjalanan yang kuat. Pola naik dan turun pelanggan pada setiap segmen menjadi informasi penting untuk menyusun kapasitas, jadwal, serta pilihan pemberhentian yang semakin sesuai dengan kebutuhan tiap daerah," ujar Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.

Secara keseluruhan, jumlah penumpang kereta jarak jauh komersial KAI mencapai 19.230.100 pelanggan, menunjukkan permintaan yang tetap besar untuk layanan kereta antarkota. Ke depan, KAI kemungkinan akan menyesuaikan kapasitas dan jadwal untuk menampung pola perjalanan yang beragam.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait