MoU di INNOPROM 2026: Indonesia dan Kazakhstan Perkuat Kerja Sama Industri
Pemerintah Indonesia dan Kazakhstan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada perhelatan INNOPROM 2026 di Rusia untuk memperkuat kerja sama industri. Penandatanganan ini berlangsung menjelang tindak lanjut hasil pertemuan bersama pada 11 Mei 2026 di Astana dan diharapkan membuka akses pasar dan peluang investasi di kawasan Eurasia. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan harapan agar kesepakatan ini cepat diimplementasikan secara konkret dan saling menguntungkan pada Senin, 13 Juli 2026.
Perkembangan perdagangan dan ekspor
Hubungan ekonomi kedua negara menunjukkan tren positif. Pada 2025, total perdagangan nonmigas antara Indonesia dan Kazakhstan mencapai 172,2 juta dolar AS. Tren ekspor Indonesia ke Kazakhstan juga meningkat, ditopang produk manufaktur dan komoditas.
Produk utama ekspor Indonesia ke Kazakhstan antara lain:
- Elektronika
- Permesinan
- Tembakau
- Minyak sawit dan turunannya
- Alas kaki
Cakupan MoU dan prioritas kerja sama
MoU yang diteken kedua pihak dirancang sebagai landasan memperkuat kemitraan ekonomi dan industrial. Kesepakatan ini menekankan pertukaran teknologi, pengembangan keterkaitan industri, dan penguatan rantai pasok.
Ruang lingkup kerja sama meliputi:
- Penyelenggaraan dialog dan forum bisnis
- Pengembangan kawasan industri dan lokalisasi produksi
- Kemitraan antar pelaku usaha, termasuk pembentukan usaha patungan
- Kolaborasi bidang metalurgi dan manufaktur
- Pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan bersama
Agenda bilateral dan isu strategis
Pada pertemuan bilateral, kedua negara membahas tindak lanjut hasil SKB kedua Indonesia-Kazakhstan yang digelar pada 11 Mei 2026 di Astana. Pembicaraan mencakup perdagangan, investasi, energi, mineral, ketahanan pangan, transformasi digital, dan kecerdasan artifisial.
Indonesia mendorong peningkatan akses pasar untuk produk seperti minyak sawit, peralatan listrik dan mekanik, alas kaki, produk berbasis karet, serta makanan olahan. Selain itu, kedua pihak membahas penguatan implementasi I-EAEU FTA sebagai mekanisme untuk memperluas hubungan ekonomi dengan negara-negara Eurasian Economic Union.
Dampak dan prospek ke depan
Menperin menyambut baik penandatanganan perjanjian dan menilai langkah ini dapat memperkuat hubungan industri setelah proses ratifikasi perjanjian terkait selesai. Implementasi MoU diharapkan mendorong proyek investasi bersama dan memperkuat integrasi rantai pasok antara Indonesia dan Kazakhstan.
"Kami berharap momentum tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama industri yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan," ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.
Dengan dasar MoU ini, kedua negara menargetkan alur kerja yang lebih terstruktur untuk merealisasikan proyek bersama dan meningkatkan hubungan ekonomi bilateral di masa mendatang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kemendag Buka Pendaftaran Saudi Fashion & Tex Expo 2026
Kemendag membuka pendaftaran untuk Saudi Fashion & Tex Expo 2026 di Jeddah; daftar hingga 15 Juli 2026 untuk...
Harga Emas Pegadaian Turun: Galeri24 dan UBS Melemah
Galeri24 dan UBS di Pegadaian melemah pada 13 Juli 2026, turun Rp22.000–Rp23.000 per gram dibandingkan sehar...
Indonesia Perkuat Diplomasi Industri lewat Bioenergi Sawit
Indonesia memperkuat diplomasi industri lewat bioenergi sawit dan penerapan biodiesel B50, membuka peluang i...
Indonesia Jalin 13 MoU dan Belasan Kerja Sama di INNOPROM 2026
Indonesia menandatangani 13 MoU dan menggelar delapan pertemuan bilateral di INNOPROM 2026, membuka peluang...
Harga Emas Antam Turun Rp20.000 per Gram, 13 Juli 2026
Harga emas Antam turun Rp20.000 per gram pada 13 Juli 2026, menjadi Rp2.635.000 per gram; cek daftar harga p...
Indonesia Perkuat Hubungan Industri Eurasia lewat INNOPROM 2026
Indonesia perkuat kerja sama industri Eurasia lewat partisipasi di INNOPROM 2026, fokus pada pengembangan SD...