Menko PMK: Eliminasi Kusta Butuh Komitmen Lintas Sektor hingga Daerah
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan percepatan eliminasi kusta membutuhkan komitmen lintas sektor dan peran aktif pemerintah daerah. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Sabtu, 11 Juli 2026, saat Pratikno menekankan bahwa keberhasilan program tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan.
Komitmen pusat hingga daerah
Pratikno menilai ujung tombak penghapusan kusta ada di tingkat daerah karena Indonesia adalah negara luas dengan kondisi beragam. Ia meminta kepala daerah mengoordinasikan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat langkah eliminasi.
"Pada akhirnya program pusat akan berujung di daerah. Indonesia ini negara yang sangat besar sehingga ujung tombaknya ada di daerah,"
Edukasi untuk hapus stigma
Selain pengobatan, Pratikno menekankan pentingnya edukasi publik untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penyintas. Menurutnya, pemahaman masyarakat menjadi kunci agar intervensi kesehatan berjalan efektif.
"Penanganan lepra (kusta) ini bukan semata-mata isu pengobatan. Pengetahuan menjadi sangat penting, edukasi penting,"
Sinergi program: edukasi, pencegahan, rehabilitasi
Pratikno menyebutkan bahwa penanganan kusta harus bersifat komprehensif: memperkuat edukasi, pencegahan, rehabilitasi, dan pemberdayaan penyintas. Pendekatan terpadu ini diharapkan mampu mengurangi diskriminasi serta mempercepat penghapusan kasus.
Arah untuk kepala daerah
Menko PMK secara khusus meminta kepala daerah untuk mengorganisir lintas perangkat pemerintah agar program eliminasi kusta dan penanganan tuberkulosis berjalan selaras. Ia mengingatkan kedua isu tersebut perlu sinergi hingga level daerah.
"Saya ingin menekankan kepada bapak dan ibu kepala daerah untuk mengorganisir lintas sektor dalam menangani lepra (kusta). Saya titip sekaligus juga tuberkulosis, karena lepra kita penyumbang kasus terbesar ketiga di dunia dan tuberkulosis terbesar kedua di dunia,"
Kolaborasi dengan lembaga internasional
Pratikno mengapresiasi peran Sasakawa Leprosy Initiative dalam mendampingi kebijakan hingga ke daerah. Ia menyatakan dukungan tersebut memperkuat upaya nasional untuk menghapus kusta secara menyeluruh.
"Sekali lagi saya sampaikan terima kasih yang luar biasa kepada Bapak Sasakawa yang terus memberikan dukungan kepada kita. Sudah hadir sampai ke daerah-daerah dan berkeliling dunia untuk eliminasi lepra (kusta),"
Dengan penekanan pada koordinasi lintas sektor, edukasi publik, dan kemitraan internasional, pemerintah berharap percepatan eliminasi kusta dapat tercapai melalui langkah terintegrasi dari pusat hingga daerah.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Wamenkes: Fetal Open Surgery Mielomeningokel Pertama di Indonesia
Wamenkes Dante menyatakan Indonesia melakukan fetal open surgery mielomeningokel pertama pada 26 Agustus 202...
RSAB Harapan Kita Lakukan Bedah Janin Mielomeningokel Pertama di RI
RSAB Harapan Kita melakukan bedah janin mielomeningokel pertama di Indonesia pada 26 Agustus 2026 bersama ti...
Susu Pasteurisasi vs UHT: Perbedaan Proses dan Daya Simpan
Susu pasteurisasi dan UHT berbeda pada metode pemrosesan dan masa simpan; UHT tahan suhu ruang lebih lama, p...
Wamenkes dan Menteri Jerman Perkuat Produksi MMS di Bayer Cimanggis
Wamenkes RI dan Menteri Jerman tinjau pabrik Bayer Cimanggis, perkuat produksi MMS, investasi Rp99 miliar, d...
Cegah Penuaan Dini: 7 Kebiasaan Sederhana untuk Kulit Sehat
Langkah sederhana seperti sunscreen harian, pelembap, pola makan sehat, tidur cukup, dan hindari rokok efekt...
Menkes Dorong Kolaborasi Internasional Perkuat Penanganan Penyakit Saraf
Menkes dorong kolaborasi internasional untuk percepat deteksi dan penanganan penyakit otak seperti stroke, P...