Cek Khodam Angkat Keresahan Sehari-hari dalam Horor Komedi
Produser Dheeraj Kalwani dan sutradara Jeropoint membawa film Cek Khodam ke layar lebar dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Diproduksi oleh Dee Company, film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026. Pada konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026, tim menjelaskan bahwa cerita lahir dari keresahan seperti cicilan dan dompet kosong, lalu dikemas dalam balutan horor dan komedi.
Ide cerita: keresahan sosial jadi bahan horor
Tim kreatif memilih tema yang dianggap relevan dan mudah dirasakan penonton. Alur dikembangkan dari persoalan ekonomi rumah tangga yang kerap memicu kecemasan, lalu dipadu dengan fenomena budaya digital—konten horor di media sosial.
Beberapa elemen sehari-hari yang diangkat antara lain:
- cicilan menumpuk
- dompet kosong
- tekanan hidup dan stigma sosial
Proses naskah dan keputusan kreatif
Menurut Dheeraj, Cek Khodam melalui beberapa versi naskah sebelum tim memilih versi akhir yang dianggap paling kuat dan relevan. Pendekatan ini sengaja diambil agar hasil akhir terasa segar dibandingkan film horor-komedi lain.
"Kita mau angkat sesuatu yang kita desainnya relate ke masyarakat. Dan ini sebenarnya script ketiga untuk Cek khodam,"
"Dan akhirnya saya putusin script ketiga ini yang paling oke. Menurut saya sesuatu yang relate, yang berbeda, unik dari beberapa film horror komedi yang sudah ada," — Dheeraj Kalwani
Sutradara: perubahan kebiasaan menghadapi hal mistis
Sutradara Jeropoint menjelaskan bahwa perubahan sikap publik terhadap hal mistis menjadi titik awal pengembangan cerita. Ia mencatat maraknya konten horor di media sosial yang mengubah cara orang bereaksi terhadap pengalaman supranatural.
"Zaman dulu itu kan kalau ada setan tuh kita takut dihindari, sekarang malah ambil kamera dijadiin konten. Jadi, berangkat dari sana menjadi sesuatu yang relatable buat kita bawa ke sini," — Jeropoint
Ia juga menilai proses produksi berjalan menyenangkan karena dukungan dari seluruh pemain, yang membantu menjaga keseimbangan antara unsur horor dan komedi.
Warisan dan harapan untuk genre
Cek Khodam mencoba memadukan unsur horor, komedi, dan fenomena budaya digital dalam satu paket. Tim berharap konsep ini akan memberi warna baru pada genre horor komedi Indonesia serta menarik penonton yang mencari cerita relevan dan menghibur.
Dengan jadwal tayang yang telah ditetapkan, perhatian akan beralih ke bagaimana film ini diterima publik dan apakah pendekatan "relate" terhadap keresahan sosial berhasil memadukan tawa dan ketegangan.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Netflix Perbarui The Gentlemen untuk Musim 3 dengan 8 Episode
Netflix resmi perbarui serial The Gentlemen untuk musim ketiga delapan episode; Guy Ritchie kembali sebagai...
Jang Dong Yoon Akan Menikah dengan Kim Seung Yoon pada Oktober
Aktor Jang Dong Yoon umumkan rencana menikah dengan Kim Seung Yoon pada Oktober lewat surat di Instagram, di...
FORZA: Anak Bali Berjuang Jadi Pesepak Bola Profesional
Teaser film FORZA menceritakan Bima, anak Bali yang berjuang menjadi pesepak bola profesional sambil hadapi...
Laut Bercerita Rilis Teaser Poster dan Video Musik 'Matilah Kau Mati'
Film Laut Bercerita rilis teaser poster dan video musik "Matilah Kau Mati" pada 24 Agustus 2026, menampilkan...
Serial 'Tante Sonya' Tayang Eksklusif di WeTV 4 September 2026
Serial "Tante Sonya" tayang eksklusif di WeTV mulai 4 September 2026; drama romansa beda usia dalam 10 episo...
Film 'Ghost in the Cell' Tayang di Netflix Mulai 20 Agustus 2026
Film 'Ghost in the Cell' karya Joko Anwar tayang di Netflix 20 Agustus 2026 setelah meraih 3,2 juta penonton...