Zverev Rebut Peringkat Dua Dunia Usai Lolos Final Wimbledon
Alexander Zverev naik ke peringkat dua dunia ATP setelah memastikan tempat di final Wimbledon 2026. Kemenangan atas Arthur Fery di semifinal, Jumat 10 Juli 2026 di All England Club, memastikan posisinya menggusur Carlos Alcaraz yang absen panjang karena cedera.
Hasil semifinal dan arti kenaikan peringkat
Zverev mengalahkan wildcard tuan rumah Arthur Fery dalam tiga set langsung, 7-6(0), 6-2, 6-4. Kemenangan itu sekaligus membawa Zverev ke final Wimbledon untuk pertama kali dalam karier profesionalnya.
Lonjakan ke posisi kedua menandai kembalinya Zverev ke ranking terbaiknya setelah terakhir menempati posisi itu pada Juni 2022 dan mempertahankannya hingga awal 2025. Perolehan posisi ini juga berdampak pada susunan papan peringkat, dengan Carlos Alcaraz turun ke posisi ketiga.
Jejak Zverev di All England Club
Perjalanan Zverev menuju final diwarnai serangkaian kemenangan penting. Ia menyingkirkan beberapa lawan kuat sepanjang turnamen, termasuk unggulan keenam dunia pada perempat final.
- Alexander Blockx
- Valentin Royer
- Marcos Giron
- Jiri Lehecka
- Taylor Fritz (perempat final)
Hasil-hasil itu membawanya menghadapi wakil tuan rumah Fery di semifinal, sebelum mengunci tiket ke laga puncak Grand Slam lapangan rumput tersebut.
Rekor dan konteks prestasi
Kemasukan final Wimbledon membuat Zverev menjadi petenis ke-13 yang berhasil mencapai final tunggal putra di keempat turnamen Grand Slam. Sebelumnya, ia juga meraih gelar mayor pertamanya musim ini setelah menjuarai French Open 2026 di Roland Garros.
Dampak absennya Alcaraz
Kenaikan peringkat Zverev juga dipicu oleh absennya Carlos Alcaraz di Wimbledon 2026. Alcaraz mengalami cedera pergelangan tangan kanan sejak Barcelona Open pada April lalu.
Akibat cedera tersebut, Alcaraz melewatkan sejumlah turnamen besar musim ini, termasuk Madrid, Roma, French Open, Queen's Club, dan Wimbledon. Ketidakhadirannya membuat Alcaraz kehilangan sekitar 3.300 poin peringkat karena tidak dapat mempertahankan hasil tahun sebelumnya.
Final menanti dan implikasi historis
Di final Wimbledon, Zverev akan menantang peingkat satu dunia, Jannik Sinner. Jika Zverev berhasil meraih kemenangan, ia akan menyamai jejak sejumlah legenda tenis yang memenangi Roland Garros dan Wimbledon dalam satu musim.
Kesempatan ini membuka peluang besar bagi Zverev untuk menambah torehan gelar mayor dan memperkokoh posisinya di jajaran elite tenis dunia.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Anthony Hudson Bangga Meski Thailand Gagal Juara FIFA ASEAN Cup
Anthony Hudson tetap bangga pada pemain Thailand meski kalah adu penalti 2-4 dari Indonesia di final FIFA AS...
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kokoh di Asia Tenggara
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalahkan Thailand 4-2, memperkuat dominasi sepak bola negara di Asi...
De la Fuente Puji Lamine Yamal usai Spanyol Tekuk Ceko 3-1
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal setelah Spanyol menaklukkan Republik Ceko 3-1 di Oviedo; Yamal cetak g...
Lamine Yamal Cetak 11 Gol, Perpanjang Rekor di Usia 19
Lamine Yamal menambah koleksi jadi 11 gol untuk Spanyol, mencetak gol di tiga laga awal Nations League dan m...
Dramatis: Pangsuma FC Bangkit dan Taklukkan Proton FC 4-3
Pangsuma FC Kalbar menang dramatis 4-3 atas Proton FC Kuningan di pekan ke-13 Pro Futsal League, 3 Oktober 2...
Blacksteel FC Papua Tekuk Unggul FC 2-0 di PFL 3 Oktober
Blacksteel FC Papua menang 2-0 atas Unggul FC Malang di GOR POPKI Cibubur, 3 Oktober 2026 berkat gol Ardians...