TETO Serahkan Beasiswa Taiwan untuk 86 Pelajar Indonesia
Taipei Economic and Trade Office (TETO) Indonesia menyerahkan Beasiswa Taiwan dan Huayu Enrichment Scholarship (HES) kepada 86 pelajar Indonesia yang berprestasi. Penyerahan berlangsung di Binus University, Jakarta, pada Jumat, 10 Juli 2026, sebagai bagian upaya memperkuat pertukaran pendidikan dan memfasilitasi studi di Taiwan.
Penyerahan beasiswa dan angka partisipasi
Acara ini menegaskan posisi Taiwan sebagai tujuan studi pilihan bagi pelajar Indonesia. Kepala TETO Indonesia, Bruce Hung, menyebutkan jumlah pelajar Indonesia di Taiwan yang terus meningkat.
"Angka tersebut menempatkan pelajar Indonesia sebagai kelompok pelajar internasional terbesar kedua di Taiwan. Sedangkan yang pertama adalah Vietnam,"
TETO mencatat lebih dari 19.000 pelajar Indonesia menempuh studi di Taiwan. Kehadiran angka ini menjadi dasar perluasan program dan kerja sama pendidikan antarnegara.
Penerima, seleksi, dan harapan
Beasiswa diberikan kepada pelajar dari berbagai daerah di Indonesia yang telah lolos proses seleksi ketat. Mereka bersaing dengan lebih dari 1.200 pendaftar sebelum terpilih sebagai penerima.
Dalam sambutan virtual, Rektor Binus University, Nelly, menyatakan bahwa kerja sama dengan TETO merupakan kehormatan dan membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih erat dengan institusi Taiwan. Turut hadir dalam acara Wakil Rektor Bidang Kolaborasi dan Keterlibatan Global Binus University, Rini Setiowati.
Para penerima menyampaikan kebanggaan dan antusiasme mereka untuk memulai studi di Taiwan. Mereka berharap dapat memperluas wawasan akademis, mengalami budaya baru, dan meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin.
Detail program beasiswa dan pendaftaran
Divisi Pendidikan TETO Indonesia rutin menyelenggarakan dua program beasiswa setiap tahun. Keduanya merupakan bagian dari komitmen pemerintah Taiwan untuk mendorong studi dan karier profesional pelajar Indonesia di Taiwan.
- Beasiswa Taiwan untuk studi jenjang S1, S2, dan S3.
- Huayu Enrichment Scholarship (HES) untuk program belajar bahasa Mandarin selama satu tahun di Taiwan.
Pendaftaran kedua program pada gelombang sebelumnya dibuka pada 1 Februari 2026 hingga 31 Maret 2026. Informasi persyaratan dan mekanisme pendaftaran tersedia di studiditaiwan.blogspot.com.
Dampak dan langkah ke depan
Peningkatan jumlah pelajar Indonesia di Taiwan dapat memperkuat jaringan akademik dan profesional bilateral. Program beasiswa ini diharapkan turut meningkatkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia, khususnya dalam penguasaan bahasa Mandarin dan pengalaman riset internasional.
Kedepannya, penguatan kerja sama antaruniversitas dan perluasan informasi beasiswa di daerah menjadi kunci agar lebih banyak pelajar berprestasi dari seluruh penjuru Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Mendiktisaintek: Siswa dan Penerima Beasiswa Garuda Harus Jadi Petarung
Mendiktisaintek Brian Yuliarto minta siswa SMA Unggul Garuda dan penerima Beasiswa Garuda punya mental 'peta...
Sekolah dan Beasiswa Garuda Perkuat SDM Unggul Indonesia
Pemerintah perkuat SDM lewat Sekolah dan Beasiswa Garuda; program targetkan penambahan sekolah dan beasiswa...
Pemerintah Siapkan Talenta Unggul Lewat Program Sekolah dan Beasiswa Garuda
Pemerintah membuka orientasi Program SMA Unggul Garuda dan Beasiswa Garuda untuk mencetak talenta saintek, m...
Microsoft PHK 4.800 Karyawan, 1.600 Terkena di Divisi Xbox
Microsoft memangkas 4.800 karyawan, termasuk 1.600 di Xbox, sebagai bagian restrukturisasi untuk memperbaiki...
Next Step Perkuat Konektivitas Indonesia-Tiongkok lewat Perdagangan
Next Step mendampingi UMKM masuk pasar Tiongkok lewat perdagangan dan layanan pendidikan; kantor perwakilan...
Beasiswa TELADAN 2027: Persyaratan dan Manfaat dari Tanoto Foundation
Tanoto Foundation buka pendaftaran Beasiswa TELADAN 2027 (1 Juli–7 Sept 2026) untuk mahasiswa S1 mitra; duku...