Mendiktisaintek: Siswa dan Penerima Beasiswa Garuda Harus Jadi Petarung
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meminta siswa SMA Unggul Garuda dan penerima Beasiswa Garuda menjadi "petarung" bangsa. Pernyataan itu disampaikan saat opening Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Batch 1 Awardee Beasiswa Garuda 2026 di Kemendiktisaintek, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026. Ia menilai tuntutan kompetisi talenta global memaksa Indonesia menyiapkan mental tangguh bagi generasi muda.
Mentalitas petarung untuk bersaing global
Brian menekankan bahwa persaingan saat ini adalah soal talenta antarbangsa. Oleh karena itu, siswa dan penerima beasiswa harus berani menembus persaingan itu dan terus bergerak mengejar target. Sikap aktif dan ketekunan jadi kunci agar talenta Indonesia tidak tertinggal.
"Kita tahu bahwa saat ini pertarungan bangsa-bangsa besar di duniai itu adalah tentang pertarungan talenta antarbangsa,"
"Jadi kita ingin talenta-talenta bangsa kita itu mampu menembus, menerobos pertarungan yang ada di dunia. Adik-adik yang akan disiapkan baik di sekolah Garuda sebagai tahap awal maupun beasiswa Garuda Itu adalah nantinya harus menjadi petarung-petarung bangsa kita,"
Ia juga menegaskan bahwa kesulitan bukan untuk dikeluhkan tetapi untuk diselesaikan.
"Jadi kalau ada kesulitan itu bukan untuk dikeluhkan, kesulitan itu untuk diselesaikan,"
Jangan manja, pulang dan berkontribusi
Mendiktisaintek mengkritik sikap manja dan fenomena lulusan beasiswa luar negeri yang enggan kembali ke Indonesia. Ia mengajak para penerima beasiswa untuk tidak takut bertarung di tanah air dan justru menciptakan peluang bila bidang yang sesuai belum tersedia.
"Kalau Anda mendapat beasiswa Anda sudah terbaik. Kalau anda terbaik, kenapa anda harus takut bertarung di Indonesia melawan yang tidak bisa ke luar negeri? Jadi jangan takut, jangan nanti setelah lolos (beasiswa) mengeluh tidak ada yang memfasilitasi. Kalau tidak ada bidangnya yang sesuai, anda buat di Indonesia,"
Rangka program: sekolah dan beasiswa sebagai ekosistem
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, mengatakan Sekolah Garuda dan Beasiswa Garuda dirancang sebagai ekosistem terintegrasi untuk mencetak talenta unggul. Program ini fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tingkat global.
"Sekolah Garuda dan beasiswa Garuda memegang peranan krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Terutama dalam bidang pendidikan dengan tujuan pertama, Yaitu meningkatkan kualitas SDM agar dapat bersaing secara global,"
Najib merinci langkah pemerintah melalui Program SMA Unggul Garuda Transformasi, antara lain:
- Peningkatan kapasitas guru
- Penguatan pembelajaran
- Pendampingan siswa
- Persiapan melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik dunia
Capaian dan target
Pada 2025 program menjangkau 12 sekolah. Tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 42 sekolah, terdiri atas 12 sekolah angkatan pertama dan 30 sekolah baru. Target hingga 2029 adalah mencapai 80 sekolah beserta pengimbasan ke sekolah-sekolah di sekitarnya.
Najib menambahkan ada amanah pembangunan 20 SMA unggul Garuda baru; saat ini empat sekolah telah terbangun di empat lokasi.
Implikasi
Dengan memperkuat ekosistem Sekolah dan Beasiswa Garuda, pemerintah berharap kelak lahir talenta yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berani kembali dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Next Step Perkuat Konektivitas Indonesia-Tiongkok lewat Perdagangan
Next Step mendampingi UMKM masuk pasar Tiongkok lewat perdagangan dan layanan pendidikan; kantor perwakilan...
Beasiswa TELADAN 2027: Persyaratan dan Manfaat dari Tanoto Foundation
Tanoto Foundation buka pendaftaran Beasiswa TELADAN 2027 (1 Juli–7 Sept 2026) untuk mahasiswa S1 mitra; duku...
BRIN-UPTT Siapkan 2.139 ha Areal Preservasi di Bukit Pantian Ragi
BRIN dan UPTT menyiapkan Bukit Pantian Ragi seluas 2.139 ha sebagai areal preservasi berbasis masyarakat unt...
BRIN Ungkap Jejak Tsunami Aceh dengan Teknologi LIBS
BRIN menggunakan teknologi LIBS untuk mengungkap endapan tsunami Aceh 2004, membuka data baru bagi mitigasi...
Webb Ungkap Inti Centaurus A, Jejak Tabrakan Kosmik Terlihat
Citra James Webb menyingkap inti Centaurus A yang berjarak 11 juta tahun cahaya, menunjukkan jejak tabrakan...
Beasiswa TELADAN Cohort 2027 dari Tanoto Foundation Dibuka
Tanoto Foundation membuka pendaftaran Beasiswa TELADAN Cohort 2027 (1 Juli–7 Sept 2026) dengan dukungan biay...