Sekolah dan Beasiswa Garuda Perkuat SDM Unggul Indonesia
Pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui Sekolah Garuda dan Beasiswa Garuda. Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menyampaikan program ini pada kegiatan orientasi dan pembekalan di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026. Program bertujuan menyiapkan SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat global dengan sinergi antara pendidikan menengah dan akses ke perguruan tinggi terbaik.
Tujuan dan kerangka program
Menurut Kemdiktisaintek, kedua program dirancang sebagai bagian dari prioritas nasional untuk mempercepat pembangunan kapasitas SDM. Program ini masuk dalam kategori Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi pemerintah.
"Sekolah Garuda dan beasiswa Garuda memegang peranan krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,"
Pernyataan itu disampaikan oleh Ahmad Najib saat membuka Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Batch 1 Awardee Beasiswa Garuda Tahun 2026.
Perluasan jaringan sekolah
Pemerintah menguatkan pendidikan menengah melalui Program SMA Unggul Garuda Transformasi. Pada 2025, orientasi diberikan kepada 12 SMA sebagai tahap awal. Tahun 2026 cakupan meningkat signifikan.
Hingga saat ini, Kemdiktisaintek menetapkan 42 SMA Unggul Garuda Transformasi. Ada target mencapai 80 sekolah pada 2029 beserta pengimbasan ke ratusan sekolah di sekitarnya.
| Periode | SMA Terlibat | Pembangunan Baru |
|---|---|---|
| 2025 | 12 (orientasi) | - |
| 2026 | 42 (ditetapkan) | 20 direncanakan; 4 selesai |
| Target 2029 | 80 | Pengimbasan ke ratusan sekolah |
Beasiswa Garuda: akses ke pendidikan tinggi global
Di bidang pendidikan tinggi, Beasiswa Garuda membuka akses bagi lulusan terbaik untuk menempuh studi sarjana di universitas internasional terkemuka. Program ini menjadi bagian dari hilirisasi ekosistem Garuda.
Pada 2025, pemerintah menyeleksi 416 penerima beasiswa. Untuk 2026, telah ditetapkan 390 penerima Beasiswa Garuda Batch I.
Implementasi dan outlook
"Sekolah Garuda dan Beasiswa Garuda kami rancang sebagai satu kesatuan ekosistem yang tidak terpisahkan. Saling melengkapi tanpa mengurangi kesempatan bagi sekolah lainnya,"
Program orientasi dan pembekalan ini merupakan agenda tahunan sejak 2025. Pelaksanaan skala lebih besar pada 2026 menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperluas jangkauan kualitas pendidikan menengah dan akses perguruan tinggi.
Ke depan, keberhasilan program diukur dari kapasitas lulusan bersaing di tingkat internasional serta efek pengimbasan terhadap kualitas sekolah di sekitarnya.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Next Step Perkuat Konektivitas Indonesia-Tiongkok lewat Perdagangan
Next Step mendampingi UMKM masuk pasar Tiongkok lewat perdagangan dan layanan pendidikan; kantor perwakilan...
Beasiswa TELADAN 2027: Persyaratan dan Manfaat dari Tanoto Foundation
Tanoto Foundation buka pendaftaran Beasiswa TELADAN 2027 (1 Juli–7 Sept 2026) untuk mahasiswa S1 mitra; duku...
BRIN-UPTT Siapkan 2.139 ha Areal Preservasi di Bukit Pantian Ragi
BRIN dan UPTT menyiapkan Bukit Pantian Ragi seluas 2.139 ha sebagai areal preservasi berbasis masyarakat unt...
BRIN Ungkap Jejak Tsunami Aceh dengan Teknologi LIBS
BRIN menggunakan teknologi LIBS untuk mengungkap endapan tsunami Aceh 2004, membuka data baru bagi mitigasi...
Webb Ungkap Inti Centaurus A, Jejak Tabrakan Kosmik Terlihat
Citra James Webb menyingkap inti Centaurus A yang berjarak 11 juta tahun cahaya, menunjukkan jejak tabrakan...
Beasiswa TELADAN Cohort 2027 dari Tanoto Foundation Dibuka
Tanoto Foundation membuka pendaftaran Beasiswa TELADAN Cohort 2027 (1 Juli–7 Sept 2026) dengan dukungan biay...