BRIN-UPTT Siapkan 2.139 ha Areal Preservasi di Bukit Pantian Ragi
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UPTT) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan Bukit Pantian Ragi seluas 2.139 ha sebagai areal preservasi berbasis masyarakat untuk menyelamatkan sisa hutan hujan tropis Sumatra di Riau. Inisiatif ini bagian dari skema konservasi baru yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024, dan dibahas dalam arahan teknis oleh Prof. Hendra Gunawan di kampus UPTT, Sabtu, 4 Juli 2026.
Inisiatif dan lokasi
Kawasan yang diusulkan berstatus sebagai salah satu remnant forest di sekitar kampus UPTT, Riau. Langkah ini muncul karena keprihatinan terhadap laju deforestasi dan degradasi hutan yang memicu banjir, kebakaran, dan konflik satwa liar. Jika didesain sebagai bagian dari jejaring ekosistem yang saling terkoneksi, areal tersebut diharapkan mendukung kelestarian Warisan Dunia Hutan Hujan Tropis Sumatra.
Apa itu areal preservasi?
Menurut Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekologi BRIN, Prof. Hendra Gunawan, areal preservasi adalah terobosan kebijakan konservasi yang memungkinkan perlindungan kawasan bernilai tinggi di luar kawasan konservasi formal.
"Bayangkan, sekitar 60-70 persen keanekaragaman hayati Indonesia berada di luar kawasan konservasi, namun selama ini perlindungannya masih terbatas. Aturan baru ini membuka peluang untuk melindungi area bernilai konservasi tinggi di luar kawasan suaka alam dan pelestarian alam,"
Hendra menambahkan areal preservasi bisa diterapkan pada hutan lindung, hutan produksi, maupun area penggunaan lain. Bentuknya beragam, mulai dari koridor ekologis, daerah penyangga, hingga kawasan yang dikelola masyarakat berdasarkan kearifan lokal.
Tahapan pembentukan
Hendra menjelaskan langkah-langkah pembentukan areal preservasi harus sistematis. Tahapan utama meliputi:
- Pembentukan tim teknis dan pemangku kepentingan
- Survei lapangan dan pengumpulan data ekologi-sosial
- Analisis data dan penilaian kelayakan kawasan
- Penetapan kawasan dengan batas geografis yang jelas dan dukungan pemilik hak
Suatu kawasan harus berada di luar kawasan konservasi formal, memenuhi kriteria ekologi dan sosial, serta mendapat dukungan pemilik hak. Hendra menyebutkan kriteria minimal yang perlu dipenuhi.
Pengelolaan dan tantangan
Setelah penetapan, pengelolaan harus adaptif dan berkelanjutan melalui zonasi, pemberdayaan masyarakat, serta pemantauan ekologi dan sosial secara berkala. Hendra menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dan pendanaan yang berkelanjutan.
"Kunci keberhasilannya adalah kolaborasi multipihak, pendanaan yang berkelanjutan, dan penghormatan terhadap hak masyarakat adat maupun lokal; konservasi harus mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan alam dan kesejahteraan rakyat,"
Dampak dan prospek
Dengan pendampingan BRIN, UPTT berharap Bukit Pantian Ragi menjadi contoh pengembangan areal preservasi berbasis masyarakat di Sumatra. Selain melindungi spesies endemik seperti harimau Sumatra, beruang madu, dan beruk Sumatra, areal ini juga berperan sebagai daerah tangkapan air yang memasok aliran ke Sungai Kampar. Upaya ini diharapkan memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati di luar kawasan konservasi formal dan memberikan model pengelolaan yang melibatkan masyarakat lokal dalam jangka panjang.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Beasiswa TELADAN Cohort 2027 dari Tanoto Foundation Dibuka
Tanoto Foundation membuka pendaftaran Beasiswa TELADAN Cohort 2027 (1 Juli–7 Sept 2026) dengan dukungan biay...
NASA Alihkan 42 Hektare Hutan untuk Konservasi Patuxent
NASA mengalihkan 105 acre (42 ha) Area 400 di Goddard ke Patuxent Research Refuge untuk memperluas kawasan k...
Nancy Grace Roman Rampungkan Tahap Penting Jelang Peluncuran
NASA rampungkan inspeksi dan integrasi Teleskop Nancy Grace Roman di Kennedy, mempercepat misi sekitar sembi...
Euclid Temukan 31 Quasar Purba, Dua Berusia 670 Juta Tahun
Teleskop Euclid menemukan 31 quasar purba, termasuk dua quasar tertua yang terbentuk sekitar 670 juta tahun...
Astronaut ISS Teliti Tulang Rawan dan Persiapan Pergantian Kru
Kru ISS meneliti rekayasa tulang rawan dan sistem tekanan darah di mikrogravitasi sambil mempersiapkan perga...
BRIN dan ISRO Jajaki Pembangunan Bandara Antariksa di Biak
BRIN dan ISRO bersinergi membangun bandara antariksa, dengan Biak sebagai kandidat utama; master plan 2026 d...