Teknologi

NASA Alihkan 42 Hektare Hutan untuk Konservasi Patuxent

Bagikan:
Hutan bekas Area 400 di Goddard Space Flight Center yang dialihkan ke Patuxent Research Refuge

NASA resmi mengalihkan sekitar 105 acre (42 hektare) lahan berhutan di Goddard Space Flight Center ke Patuxent Research Refuge pada 8 Juli 2026. Langkah ini bagian dari upaya memperluas kawasan konservasi satwa liar dan menambah blok hutan utuh antara Washington dan Baltimore.

Detail pengalihan dan tujuan

Lahan yang dikenal sebagai Area 400 kini menjadi bagian dari suaka margasatwa yang khusus mendukung penelitian satwa liar. Penyerahan tersebut dilakukan untuk menjaga habitat dan memperkuat fungsi konservasi di wilayah metropolitan yang padat.

Manfaat bagi penelitian dan rekreasi

Patuxent Research Refuge merupakan satu-satunya suaka margasatwa di AS yang didirikan dengan tujuan penelitian. Selain kegiatan ilmiah, kawasan ini juga terbuka untuk publik untuk kegiatan rekreasi terkelola, antara lain:

  • Berjalan kaki dan bersepeda
  • Berkuda
  • Memancing
  • Berburu secara teratur sesuai peraturan

Direktur Goddard Space Flight Center, Jamie Dunn, menyatakan bahwa penyerahan lahan mendukung pelestarian lingkungan dan meninggalkan aset alam bagi generasi mendatang.

Sejarah Area 400 dan proses penutupan

Area 400 digunakan NASA untuk penelitian propelan roket sejak 1960-an. Seiring pergeseran aktivitas riset ke fasilitas lain dan peralihan ke penyedia komersial, lokasi tersebut tidak lagi aktif. Pembahasan pengalihan lahan antara NASA dan U.S. Fish and Wildlife Service dimulai sejak 2021.

Sebelum diserahkan, kawasan mayoritas ditutupi hutan. NASA telah membongkar bangunan pendukung, jalan akses, dan jaringan utilitas sebagai bagian dari proses penutupan dan restorasi lokasi.

Dampak dan prospek ke depan

Pengalihan ini memperkuat koridor hijau antara ibu kota dan kota besar terdekat. Selain menjaga keanekaragaman hayati, langkah ini membuka peluang penelitian jangka panjang terkait ekologi dan pengelolaan habitat di wilayah suburban yang tertekan oleh perkembangan perkotaan.

Ke depan, pengelolaan oleh U.S. Fish and Wildlife Service akan menentukan akses publik, program penelitian, dan langkah restorasi lanjutan, serta monitoring untuk memastikan fungsi konservasi kawasan tetap terjaga.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait