Euclid Temukan 31 Quasar Purba, Dua Berusia 670 Juta Tahun
Badan Antariksa Eropa (ESA) bersama NASA melaporkan penemuan 31 quasar purba melalui teleskop luar angkasa Euclid.
Penemuan diumumkan pada 8 Juli 2026 dan termasuk dua quasar tertua yang diperkirakan terbentuk saat alam semesta baru berusia sekitar lima persen dari usianya sekarang.
Detail penemuan
Tim astronom menemukan 31 quasar yang tercatat sebagai kandidat objek paling awal. Dari jumlah itu, 12 quasar berasal dari 770 juta tahun pertama setelah Dentuman Besar.
Sementara itu, dua quasar tertua diperkirakan terbentuk sekitar 670 juta tahun pasca Big Bang. Cahaya dari quasar-quasar ini diperkirakan menempuh perjalanan sejauh sekitar 13 miliar tahun cahaya hingga mencapai Bumi.
Apa itu quasar dan bagaimana terbentuk
Quasar adalah objek sangat terang yang muncul ketika gas dan debu dalam jumlah besar jatuh ke lubang hitam supermasif. Material ini membentuk cakram akresi yang memanas hingga jutaan derajat akibat gaya gravitasi dan gesekan.
Energi yang dilepaskan dari proses tersebut menyebabkan quasar memancarkan cahaya sangat kuat, sehingga dapat diamati walau berasal dari jarak kosmik yang sangat jauh.
Signifikansi pengamatan
Pengamatan quasar purba memberi jendela ke masa awal alam semesta. Para astronom berharap data ini membantu menjawab bagaimana galaksi dan lubang hitam supermasif tumbuh pada fase awal kosmos.
Selain itu, penemuan ini memperlihatkan kemampuan Euclid dalam mendeteksi objek redup di ambang teramat jauh, sehingga membuka peluang studi evolusi struktur besar di alam semesta.
Publikasi dan konteks ilmiah
Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics. Temuan quasar-quasar purba kini menjadi bahan kajian lanjutan untuk menguji model pembentukan galaksi dan pertumbuhan lubang hitam pada kosmos awal.
Dengan data Euclid, astronom akan menggabungkan pengamatan ini bersama survei lain untuk memetakan populasi quasar awal dan menelusuri implikasi fisikanya hingga era pembentukannya.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
BRIN Siapkan Teknologi Hadapi Karhutla: Deteksi Api & Hujan Buatan
BRIN menyiapkan GEOMIMO, Dumakron, dan flare untuk mendeteksi titik api dan memicu hujan buatan menghadapi k...
kUotamasya by.U 2026: Beli Paket 12 GB Rp50.000, Berkesempatan Ikut Trip
kUotamasya by.U 2026: beli paket 12 GB Rp50.000 dan berkesempatan ikut trip ke Bulukumba, Bintan, Lasem, Nuc...
Teleskop Roman Selesai Flight Readiness Review, Target Peluncuran 30 Agustus
Flight Readiness Review teleskop Roman rampung; peluncuran ditargetkan 30 Agustus 2026 menggunakan roket Fal...
Gerhana Bulan Sebagian 27–28 Agustus 2026 Capai 96,3%
Gerhana Bulan sebagian 27–28 Agustus 2026 mencapai 96,3% umbra; terlihat dari Amerika, Eropa, Afrika, dan se...
Presiden Trump Anugerahkan Medali pada Kru Artemis II
Presiden Trump menganugerahi Congressional Space Medal of Honor kepada kru Artemis II pada 28 Agustus 2026 d...
Kru Artemis III Mulai Pelatihan Intensif Jelang Peluncuran 2027
Kru Artemis III mulai pelatihan intensif sejak 10 Juni 2026 untuk mempersiapkan operasi Orion dan rendezvous...