Gaya Hidup

Batasi Garam: Diet Rendah Natrium Turunkan Tekanan Darah hingga 6 mmHg

Bagikan:
Ilustrasi garam dan tekanan darah dengan timbangan garam dan stetoskop

Pengurangan konsumsi garam dapat menurunkan tekanan darah, menurut hasil uji coba dan panduan asupan harian. Studi pada lansia yang mengikuti diet rendah natrium (500 mg/hari) menunjukkan penurunan tekanan sistolik rata-rata 6 mmHg dibanding pola makan biasa, sementara rekomendasi asupan natrium dewasa idealnya di bawah 1.500 mg per hari.

Bagaimana garam memengaruhi tekanan darah?

Garam dapur adalah natrium klorida, yang mengandung sekitar 40% natrium dan 60% klorida. Natrium dalam darah menarik air ke dalam peredaran darah, sehingga meningkatkan volume darah dan pada gilirannya menaikkan tekanan darah.

Seiring waktu, asupan natrium yang tinggi membuat tekanan darah tetap meningkat dan menambah beban kerja pada jantung. Oleh karena itu penting untuk membatasi konsumsi natrium, bukan menghilangkannya sama sekali, karena tubuh tetap membutuhkan natrium untuk fungsi normal.

Hasil penelitian pembatasan natrium

Sebuah uji coba pada tahun 2023 menguji efek diet sangat rendah natrium (sekitar 500 mg per hari) pada orang dewasa lanjut usia. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik rata-rata sebesar 6 mmHg dibandingkan pola makan biasa.

Penurunan sebesar ini setara dengan efek obat antihipertensi tertentu seperti hidroklorotiazid. Dampak penurunan tekanan darah konsisten terlihat pada beragam kelompok peserta, termasuk:

  • Orang dengan tekanan darah normal
  • Orang dengan tekanan darah tinggi yang belum diobati
  • Orang yang sedang mengonsumsi obat antihipertensi

Batasan asupan dan kebiasaan sehari-hari

Pedoman umum merekomendasikan batas konsumsi natrium hingga 2.300 mg per hari untuk orang dewasa, dengan target ideal kurang dari 1.500 mg per hari untuk menjaga tekanan darah tetap sehat. Untuk konteks, rata-rata orang dewasa di beberapa negara mengonsumsi sekitar 3.500 mg natrium per hari atau setara 1¾ sendok teh garam.

Perubahan pola makan dan gaya hidup—seperti mengurangi konsumsi makanan olahan, menggunakan bumbu selain garam, dan membaca label nutrisi—dapat membantu menurunkan asupan natrium dan berdampak positif pada tekanan darah.

Implikasi bagi pengelolaan hipertensi

Temuan ini menegaskan bahwa selain obat, intervensi diet sederhana dapat memberikan manfaat nyata pada kontrol tekanan darah. Bagi pasien hipertensi, pendekatan kombinasi antara pengaturan pola makan dan pengobatan tampak efektif untuk menurunkan risiko komplikasi jantung.

Pemeriksaan tekanan darah rutin dan konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap penting untuk menentukan target natrium dan strategi yang tepat bagi setiap individu.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait