10 Stasiun Kereta Tersibuk Layani 23,16 Juta Penumpang H1 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 23.156.353 pergerakan penumpang kereta api jarak jauh sepanjang Semester I 2026, yang terkonsentrasi pada sepuluh stasiun besar di berbagai kota besar.
Data pergerakan penumpang
Rilis data resmi diterbitkan pada Rabu, 8 Juli 2026. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba merinci bahwa sebagian besar pergerakan terjadi di stasiun yang berada di pusat pemerintahan, ekonomi, pendidikan, budaya, dan pariwisata.
| Peringkat | Stasiun | Pergerakan Penumpang |
|---|---|---|
| 1 | Pasar Senen | 3.849.606 |
| 2 | Gambir | 3.227.508 |
| 3 | Yogyakarta | 3.217.240 |
| 4 | Semarang Tawang | 2.152.894 |
| 5 | Surabaya Gubeng | 1.904.845 |
| 6 | Purwokerto | 1.839.475 |
| 7 | Surabaya Pasarturi | 1.823.529 |
| 8 | Semarang Poncol | 1.740.518 |
| 9 | Solo Balapan | 1.706.290 |
| 10 | Bandung | 1.694.448 |
Pengaruh terhadap aktivitas lokal
Anne Purba menekankan hubungan antara stasiun dengan kegiatan ekonomi di sekitarnya. Pergerakan penumpang memicu permintaan transportasi lanjutan, kuliner, penginapan, pusat oleh-oleh, dan usaha mikro skala lokal.
"Stasiun dengan pergerakan tertinggi umumnya berada di kota yang menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, pendidikan, budaya, dan pariwisata. Setiap pelanggan yang tiba dan berangkat dari stasiun ikut menggerakkan banyak aktivitas di sekitarnya, mulai dari transportasi lanjutan, kuliner, penginapan, pusat oleh-oleh, hingga pelaku usaha lokal,"
Evaluasi layanan dan penataan stasiun
KAI menggunakan data pergerakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan stasiun. Fokus perbaikan meliputi alur pelanggan, ruang tunggu, informasi perjalanan, kebersihan, keamanan, integrasi moda, dan kesiapan petugas.
"Data ini menjadi bahan evaluasi bagi KAI untuk terus melakukan penataan stasiun, baik dari sisi alur pelanggan, ruang tunggu, informasi perjalanan, kebersihan, keamanan, akses integrasi, maupun kesiapan petugas. Tujuannya agar pelanggan merasa semakin nyaman sejak tiba di stasiun, menunggu keberangkatan, hingga melanjutkan perjalanan di kota tujuan,"
Dampak jangka panjang
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menilai penataan stasiun berdampak luas bagi kota. Menurutnya, stasiun berfungsi sebagai ruang mobilitas yang berkontribusi pada pariwisata dan ekonomi lokal.
"KAI melihat stasiun sebagai ruang mobilitas yang terhubung langsung dengan kehidupan kota. Karena itu, penataan stasiun perlu terus dilakukan agar layanan kepada pelanggan semakin baik, sekaligus memberi manfaat bagi pariwisata, ekonomi lokal, dan masyarakat sekitar,"
Dengan lonjakan pergerakan pelanggan ini, KAI terus mengkaji kebutuhan fasilitas penunjang untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna jasa, serta mendukung perkembangan ekonomi sekitarnya.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...