BRIN Ungkap Jejak Tsunami Aceh dengan Teknologi LIBS
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengungkap jejak tsunami Aceh 2004 menggunakan teknologi Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS). Temuan ini diumumkan dalam keterangan tertulis pada 6 Juli 2026 setelah tim mengambil sampel sedimen di Desa Pulot, Kabupaten Aceh Besar. Tujuan penelitian ialah memetakan lokasi, ketebalan, dan karakteristik endapan tsunami untuk mendukung mitigasi bencana dan perencanaan pesisir.
Metode dan pengambilan sampel
Tim mengambil inti sedimen hingga kedalaman lebih dari satu meter untuk mendapatkan susunan lapisan penuh, mulai dari tanah permukaan hingga tanah yang terbentuk sebelum tsunami. Analisis menggunakan LIBS dilakukan dengan menembakkan pulsa laser berenergi tinggi ke permukaan sampel untuk menghasilkan plasma dan memancarkan spektrum cahaya.
Dalam hitungan mikrodetik, plasma memancarkan cahaya yang dianalisis untuk mengidentifikasi unsur kimia penyusun tiap lapisan. Metode ini tidak membutuhkan preparasi kimia panjang, sehingga pengukuran dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Hasil dan penanda geokimia
Hasil penelitian menunjukkan lapisan endapan tsunami memiliki komposisi unsur yang berbeda signifikan dibanding lapisan sebelumnya. Lapisan tsunami menunjukkan kandungan material laut yang khas, sedangkan lapisan pra-tsunami didominasi hasil pelapukan tanah tropis.
- Lapisan tsunami kaya akan: natrium (Na), kalsium (Ca), silikon (Si), stronsium (Sr), dan barium (Ba).
- Lapisan pra-tsunami didominasi oleh: besi (Fe), aluminium (Al), dan mangan (Mn).
- Berbagai logam jejak seperti kromium (Cr), tembaga (Cu), nikel (Ni), timbal (Pb), dan vanadium (V) juga terdeteksi.
"Melalui cahaya yang dipancarkan plasma, kami dapat mengetahui unsur-unsur kimia yang terdapat pada setiap lapisan sedimen," kata Rara Mitaphonna, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Fotonika BRIN.
Keunggulan LIBS untuk survei lapangan
LIBS mampu mendeteksi banyak unsur sekaligus dalam satu pengukuran tanpa proses pelarutan kimia. Selain kesetaraan hasil dengan X-Ray Fluorescence (XRF) untuk unsur utama, LIBS unggul dalam mendeteksi unsur ringan seperti karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen (N).
"LIBS tidak hanya memberikan hasil yang cepat, tetapi juga mampu mendeteksi unsur-unsur ringan dan berbagai logam jejak secara bersamaan sehingga informasi geokimia yang diperoleh menjadi jauh lebih lengkap," ujar Rara.
Pengembangan perangkat LIBS portabel diharapkan memungkinkan identifikasi endapan tsunami langsung di lapangan, mempercepat survei geokimia dan mendukung penelitian kebencanaan di berbagai wilayah Indonesia.
Publikasi dan implikasi mitigasi
Riset yang bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala telah dipublikasikan dalam Microchemical Journal Volume 227, Artikel 118789 (2026). Temuan membuka peluang baru untuk identifikasi endapan tsunami secara ilmiah dan objektif.
"Jejak tsunami yang selama ini tersembunyi kini dapat diungkap secara ilmiah sebagai bekal untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana serupa di masa depan," kata Rara.
Data geokimia ini dapat menjadi dasar penyusunan peta bahaya tsunami, perencanaan tata ruang pesisir, serta pengembangan strategi mitigasi yang lebih tepat sasaran.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
NASA Petakan 'Zero Curtain' Arktik, Risiko Pelepasan Karbon
NASA memetakan fenomena zero curtain di Arktik menggunakan GeoCryoAI, menunjukkan musim semi lebih lama dan...
Dua Studi NASA: Bagaimana Matahari Bentuk Iklim Bumi
Dua studi NASA menunjukkan heliosfer yang menyusut dan partikel Matahari muda berperan pada perubahan iklim...
Perseverance Rekam Transit Phobos Melintas Depan Matahari
Perseverance merekam Phobos melintas di depan Matahari pada 12 Agustus 2026, menambah data penting untuk mem...
Teleskop Nancy Grace Roman Siap Diluncurkan dari Florida 30 Agustus
NASA menargetkan peluncuran teleskop Nancy Grace Roman pada 30 Agustus 2026 dari Kennedy Space Center, mengg...
BRIN Siapkan Teknologi Hadapi Karhutla: Deteksi Api & Hujan Buatan
BRIN menyiapkan GEOMIMO, Dumakron, dan flare untuk mendeteksi titik api dan memicu hujan buatan menghadapi k...
kUotamasya by.U 2026: Beli Paket 12 GB Rp50.000, Berkesempatan Ikut Trip
kUotamasya by.U 2026: beli paket 12 GB Rp50.000 dan berkesempatan ikut trip ke Bulukumba, Bintan, Lasem, Nuc...